
Nexify - Damien Comolli akhirnya buka suara soal keributan di Derby d'Italia. CEO Juventus itu mengakui reaksinya terlalu berlebihan saat melawan Inter Milan.
Laga panas di San Siro itu memang berakhir penuh drama. Keputusan wasit soal kartu merah Pierre Kalulu memicu amarah besar.
Comolli bahkan harus menerima sanksi berat dari otoritas liga. Ia dilarang mendampingi tim hingga akhir Maret dan didenda €15.000.
Di sisi lain, Alessandro Bastoni juga menyampaikan penyesalan mendalam. Bek Inter Milan itu mengaku salah atas selebrasi kartu merah lawan.
Keduanya kini berusaha meredakan tensi panas pasca pertandingan. Pengakuan jujur meluncur demi menjaga citra masing-masing pihak.
Sanksi Berat dan Pembelaan Diri
Comolli menyadari emosinya tak terkendali saat mendatangi wasit Federico La Penna. Namun, ia menegaskan itu semata demi membela harga diri klub.
Ia merasa Juventus menjadi korban ketidakadilan keputusan wasit malam itu. Rasa frustrasi itu meledak di lorong ganti pemain saat jeda.
"Gairah saya berlebihan, reaksi saya juga berlebihan," kata Comolli kepada Sky Sport Italia.
"Saya minta maaf jika menyinggung orang lain, namun saya di sini untuk membela klub saya," tegasnya.
"Saya merasa itu ketidakadilan, kami bereaksi dengan cara yang salah," lanjut Comolli mengakui.
Kritik Keras Sistem Wasit
Protes keras Juventus sebenarnya bukan tertuju pada personal wasit tertentu. Comolli menyoroti sistem perwasitan Italia yang dianggap cacat dan defective.
Ia dan Giorgio Chiellini ingin berkolaborasi memperbaiki kualitas liga. Tujuannya agar sepak bola Italia menjadi jauh lebih baik.
"Kami hanya ingin bekerja sama dengan semua klub," ujar Comolli.
"Ini untuk memperbaiki sistem yang tidak bekerja, yang cacat," tambahnya.
"Kami tidak pernah mengatakan itu masalah satu orang, masalahnya adalah sistem dan kami ingin itu menjadi lebih baik," jelas sang CEO.
Pengakuan Dosa Alessandro Bastoni
Sorotan tajam juga mengarah pada perilaku provokatif Alessandro Bastoni. Ia terlihat merayakan pengusiran Pierre Kalulu dengan sangat berlebihan.
Aksi teatrikal itu memicu gelombang kritik pedas dari publik. Bastoni mengakui dirinya melebih-lebihkan kontak fisik atau diving yang terjadi.
"Apa yang saya rasakan adalah kontak di lengan saya," ungkap Bastoni.
"Itu kemudian ditekankan saat saya menontonnya kembali," akunya jujur.
"Manusia berhak membuat kesalahan, tetapi juga wajib mengakuinya," tutur bek Timnas Italia itu.
"Saya di sini untuk bertanggung jawab atas kesalahan itu," tegas Bastoni.
Teror Mengerikan Pasca Laga
Imbas insiden itu ternyata jauh lebih mengerikan dari dugaan awal. Bastoni mengungkapkan dirinya menerima ancaman pembunuhan dari oknum suporter.
Bek andalan Inter itu merasa situasi sudah melampaui batas wajar. Ia berharap karakter aslinya tidak dinilai dari satu insiden saja.
"Banyak hal terjadi lebih dari yang saya bayangkan," keluh Bastoni.
"Saya berterima kasih kepada mereka yang hanya menyebut saya bodoh dan menyudahinya," sindirnya halus.
"Karier dan karakter saya tidak boleh didefinisikan oleh insiden ini," harap pemain berusia 24 tahun itu.
Dukungan untuk Giorgio Chiellini
Kembali ke kubu Juventus, fokus manajemen kini beralih ke masa depan. Comolli memuji peran krusial Giorgio Chiellini di jajaran manajemen Bianconeri.
Legenda hidup itu dianggap aset berharga bagi sepak bola Italia. Ia dinilai mampu membawa perubahan positif di level eksekutif.
"Chiellini adalah eksekutif yang lebih baik daripada saat bermain," puji Comolli.
"Dia mewakili masa kini dan masa depan Juventus," sanjungnya.
"Makin banyak eksekutif muda yang kita miliki, makin baik," pungkas Comolli optimis.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:48Juventus Intip Peluang Daratkan Pemain Manchester United Ini
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:23Juventus Inginkan Penyerang Parma, Skema Transfer Jadi Kendala
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 27 Juli 2026 23:28Francesco Camarda Bersinar, Mampukah Jadi 'Pio Esposito' Versi AC Milan?
-
italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
-
italia 27 Juli 2026 18:37AC Milan Masih Cari Wing-back Baru, 2 Nama Ini Masuk Daftar Belanja Amorim
-
italia 27 Juli 2026 18:33Peran Baru Samuel Chukwueze, Masa Depannya di AC Milan Bisa Berubah
-
italia 27 Juli 2026 18:26AC Milan Beri Sinyal Jelas soal Francesco Camarda
-
italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
Comeback Lawan Celtic, Ruben Amorim Kurang Puas dengan Penampilan AC Milan
Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Begini Kata Francesco Camarda
AC Milan Siapkan Tawaran Lebih Besar demi Bek Barcelona, Chelsea Jadi Penghalang
Luka Modric Tegaskan Tekad Bangkit Bersama AC Milan, Gagal ke Liga Champions Jadi Motivasi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















