
Nexify - Inter Milan harus puas berbagi satu poin saja saat bertamu ke markas Torino. Hasil imbang 2-2 ini membuat pesta juara Nerazzurri terpaksa sedikit tertunda.
Pasukan Cristian Chivu sempat unggul dua gol lebih dulu pada pertandingan tersebut. Mereka mencetak gol melalui skema serangan yang sangat rapi. Sayangnya, pertahanan tim mendadak rapuh di menit-menit krusial pertandingan.
Skor imbang ini tentu cukup mengecewakan bagi para pendukung setia klub. Walau begitu, posisi mereka di puncak klasemen Serie A masih sangat kokoh.
Jarak dengan peringkat kedua kini terkikis menjadi 10 poin saja. Inter perlu segera bangkit untuk mengunci gelar juara pada pekan depan. Kegagalan meraih poin penuh di Turin menjadi pelajaran berharga bagi Chivu.
Drama di Markas Torino

nter sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Federico Dimarco tampil gemilang dengan mengemas dua assist bagi rekan-rekannya.
Keunggulan dua gol lewat Marcus Thuram dan Yann Bisseck sempat membuat laga terasa mudah. Namun, Torino bangkit melalui aksi Giovanni Simeone dan penalti Nikola Vlasic.
"Ada penyesalan di sini. Kami sempat memegang kendali permainan, namun kami menderita akibat tekanan mereka di menit-menit akhir," ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.
"Kredit untuk Torino karena mereka tidak menyerah dan percaya sampai akhir pertandingan," lanjut pelatih asal Rumania tersebut.
Kesalahan Fatal dan Tekanan Mental
Kesalahan saat membangun serangan dari lini belakang menjadi titik balik bagi Inter. Gol pertama Torino membuat para pemain mulai merasa cemas dan kehilangan konsentrasi.
Chivu mengakui bahwa timnya kehilangan kontrol setelah lawan memperkecil kedudukan. Situasi tersebut hampir saja membuat mereka pulang dengan tangan kosong tanpa poin sama sekali.
"Gol pertama itu membuat kami takut, dan gol kedua adalah konsekuensinya. Anda juga berisiko kalah dalam laga seperti ini," ungkapnya secara jujur.
"Tampaknya saya tidak melakukan tugas dengan benar saat kami unggul 2-0. Saya bertanggung jawab, tapi itu tidak mengubah banyak hal," tegas Chivu.
Menatap Pesta Juara Lawan Parma
Fokus Inter kini beralih sepenuhnya ke laga melawan Parma di San Siro. Kemenangan di depan pendukung sendiri akan memastikan gelar Scudetto jatuh ke tangan mereka.
Chivu menegaskan tidak ada sentimen pribadi meski harus menghadapi mantan klubnya tersebut. Ia hanya ingin pasukannya segera menyelesaikan misi besar yang sudah dirancang sejak awal musim.
"Saya tidak memikirkan emosi. Saya harus mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin dan memberikan motivasi yang tepat bagi seluruh pemain," kata sang pelatih kepada DAZN.
"Ini adalah mimpi kami yang dimulai sembilan bulan lalu. Saya harus menularkan ketenangan serta ambisi untuk mengambil target utama musim ini," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:48Juventus Intip Peluang Daratkan Pemain Manchester United Ini
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 27 Juli 2026 23:28Francesco Camarda Bersinar, Mampukah Jadi 'Pio Esposito' Versi AC Milan?
-
italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
-
italia 27 Juli 2026 18:37AC Milan Masih Cari Wing-back Baru, 2 Nama Ini Masuk Daftar Belanja Amorim
-
italia 27 Juli 2026 18:33Peran Baru Samuel Chukwueze, Masa Depannya di AC Milan Bisa Berubah
-
italia 27 Juli 2026 18:26AC Milan Beri Sinyal Jelas soal Francesco Camarda
-
italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
Comeback Lawan Celtic, Ruben Amorim Kurang Puas dengan Penampilan AC Milan
Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Begini Kata Francesco Camarda
AC Milan Siapkan Tawaran Lebih Besar demi Bek Barcelona, Chelsea Jadi Penghalang
Luka Modric Tegaskan Tekad Bangkit Bersama AC Milan, Gagal ke Liga Champions Jadi Motivasi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















