Kisah Candyco Merajut Mimpi Lewat BRIncubator: Dulu Berjualan dari WhatsApp Story, Kini Tembus Australia

Kisah Candyco Merajut Mimpi Lewat BRIncubator: Dulu Berjualan dari WhatsApp Story, Kini Tembus Australia
Putri Ruswandani, owner Candyco, yang menjadi juara BRIncubator 2024 (c) Asad Arifin

Nexify - Rumah bercat peach itu tampak mencolok di antara bangunan lain di Jalan Raya Candi VI D Nomor 165, Kota Malang. Di dalamnya, beragam hasil rajutan tertata rapi. Ada boneka, bunga, gantungan kunci, hingga buket wisuda yang menjadi identitas Candyco, sebuah UMKM kerajinan rajut yang kini berkembang pesat.

Di dalam rumah, beberapa perempuan sedang sibuk di hadapan ponsel genggam. Mereka sedang melakukan siaran langsung sekaligus berjualan di TikTok. Sementara itu, di sebuah ruangan khusus, Putri Ruswandani sedang fokus melihat laptop di meja kerjanya.

Putri Ruswandani adalah owner dari Candyco. Ditemui pada akhir Mei lalu, perempuan berusia 25 tahun itu bercerita bahwa Candyco dimulai dari sebuah keputusan sederhana pada pertengahan 2020, saat kasus Covid-19 merebak di Indonesia.

Saat banyak orang menghadapi ketidakpastian, Putri justru melihat peluang dari keterampilan yang dimilikinya. Dari sebuah desa di Trenggalek, kampung halamannya, Putri menemukan data menarik yang kemudian dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis.

"Waktu itu, ada data yang bilang kalau ada banyak bayi lahir era Covid-19. Makanya produk kita boneka dan sepatu bayi. Lalu, kita juga banyak titipkan di toko bayi di Trenggalek dan Tulungagung," katanya.

Usaha yang dirintis cukup sukses. Hanya saja, karena masih berstatus mahasiswa, fokus utama Putri ketika itu adalah merampungkan studi tepat waktu. Putri akhirnya lulus dari Universitas Brawijaya pada 2023. Setelahnya, mimpi membangun Candyco dilanjutkan dengan memboyongnya ke Malang.

Memilih Wirausaha daripada Kerja Kantoran dan Juara?BRIncubator

Sertifikat juara BRIncubator yang didapat Putri Ruswandan pada 2024 (c) Asad ArifinSertifikat juara BRIncubator yang didapat Putri Ruswandan pada 2024 (c) Asad Arifin

Setelah menyelesaikan studi, Putri punya opsi untuk bekerja kantoran. Namun, ada satu momen yang membuatnya memilih untuk mengembangkan Putri. Momen itu adalah pertemuan dengan salah satu perajin rajut yang menjadi mitra kerja Candyco.

"Jadi, yang merajut awal-awal itu mayoritas ibu rumah tangga di Trenggalek, tetangga saya. Mereka merasa dengan adanya Candyco ini bisa menambah pemasukan keluarga mereka. Bisa bantu uang jajan anak-anaknya," ujar Putri.

Pertemuan itu membuat tekad Putri bulat. Dia memilih jalur wirausaha dan membesarkan Candyco. Putri mulai tekun belajar dengan mengikuti banyak program pelatihan. Salah satunya adalah dengan mengikuti program Mien R. Uno Foundation untuk UMKM

Pada 2024, Putri lantas mengikuti program BRIncubator yang diselenggarakan Rumah BUMN BRI Kota Malang. Hebatnya, dia meraih juara pada edisi 2024 ini. Di BRIncubator, Putri mengaku dapat banyak ilmu dari para mentor yang berdampak pada perkembangan Candyco.

BRIncubator adalah program inkubasi bisnis yang diselenggarakan oleh BRI. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung dan mengembangkan UMKM di Indonesia agar bisa naik kelas dan berdaya saing lebih tinggi, seperti yang dirasakan Candyco.

"Program ini berisi pelatihan dengan lima tema berbeda dan menghadirkan mentor atau expert sesuai bidang masing-masing. Materi pelatihannya itu mulai dari branding hingga pemasaran. Durasinya selama kurang lebih satu bulan," ucap Koordinator Rumah BUMN BRI Kota Malang, Indah Dwi Pangestu.

Dari seluruh materi yang diperoleh selama mengikuti BRIncubator, ada dua pelajaran yang paling membekas bagi Putri. Pertama adalah bagaimana memanfaatkan data pelanggan untuk mendukung strategi pemasaran. Kedua adalah pentingnya menjaga nilai tambah produk agar memiliki daya saing yang kuat.

"Soal marketing dijelaskan soal tips mengelola customer itu bagaimana. Dulu kita hanya punya data di google sheet saja. Setelah itu, kita tahu bagaimana agar data konsumen itu bisa produktif dalam artian positif," katanya.

Candyco Sukses Tembus Penjualan ke Australia

Salah satu sudut di galeri Candyco yang menyajikan beragam produk rajut. (c) Asad ArifinSalah satu sudut di galeri Candyco yang menyajikan beragam produk rajut. (c) Asad Arifin

Ilmu yang didapat dari program BRIncubator diterapkan Putri dalam pengembangan Candyco. Perbaikan tampilan produk, penguatan identitas merek, hingga optimalisasi media sosial membuat jangkauan pasar Candyco semakin luas.

Hasilnya mulai terlihat pada akhir 2024 ketika pesanan dari luar negeri mulai berdatangan. "Saat itu bertepatan dengan momen Natal dan Tahun Baru. Kita ada pesanan dari Australia dan negara-negara Asia lain," ujar Putri.

Jika dulu Candyco hanya memproduksi boneka rajut dan sepatu bayi, kini pilihan produknya jauh lebih beragam. Ada bunga rajut, gantungan kunci, buket wisuda, hingga berbagai produk dekoratif yang banyak diminati konsumen.

Pertumbuhan bisnis tersebut juga membawa manfaat yang lebih luas. Saat ini Candyco melibatkan puluhan perajut yang telah melalui proses kurasi kualitas. Mereka rata-rata adalah ibu rumah tangga, berasal dari Trenggalek dan Malang, yang kini memperoleh penghasilan tambahan dari keterampilannya.

Regional Micro Business Head BRI Malang, Tito Witarnawan, menambahkan bahwa Rumah BUMN bisa jadi wadah yang tepat bagi pelaku UMKM untuk 'naik kelas'. Bukan hanya sekadar jadi titik temu bagi pelaku UMKM di Kota Malang, akan tetapi juga menawarkan program pengembangan yang bisa diikuti secara gratis.

"Programnya mencakup pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi masuk ke ekosistem digital, seperti pemasaran melalui media sosial. Kegiatan ini tidak hanya terbatas untuk nasabah BRI, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum dan mahasiswa yang ingin memulai usaha," katanya.

Gambar ilustrasi tentang program BRIncubator, program inkubasi bisnis dari BRI yang bertujuan mengantar UMKM naik kelas (c) Gambar dibuat oleh AI/ChatGPTGambar ilustrasi tentang program BRIncubator, program inkubasi bisnis dari BRI yang bertujuan mengantar UMKM naik kelas (c) Gambar dibuat oleh AI/ChatGPT