
Eni mengatakan Zohri masuk Pelatnas pada Januari 2018, setelah menjadi juara pada Kejurnas antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2017.
"Dia sosok yang sederhana, tenang, tidak banyak bicara dan kedisiplinannya bagus," kata Eni, ketika dihubungi Bola.com, Kamis (12/7/2018).
Di mata Eni, tak ada yang menonjol dari postur tubuh Zohri, seperti rata-rata pemain Asia. Namun, atlet asal Nusa Tenggara Barat tersebut memang dinilai punya bakat bagus untuk bersinar di nomor lari. "Jadi, kami tinggal mengasah saja. Susah-susah gampang," kenang Eni.
"Dia sudah memiliki dasar yang bagus untuk jadi sprinter, juga punya kecepatan frekuensi lari yang bagus," sambung Eni.
Menurut Eni, Lalu Muhammad Zohri selalu mematuhi instruksi pelatih. Saran atau program yang diberikan dilahapnya tanpa banyak protes. Zohri juga memiliki tekad besar di setiap lomba. (bola/shd)
Kejutan

"Hasil itu benar-benar kejutan. Kami tak targetkan apa-apa. Kami awalnya hanya menyangka dia bisa masuk final, maksimal di posisi tiga. Apalagi saat melihat atlet-atlet yang berpartisipasi, banyak yang pernah mencatatkan waktu 10-an detik atau bahkan 9-an detik," ujar dia.
Rekor

Zohri meraih emas setelah merampungkan lari 100 meter dengan catatan waktu 10,18 detik. "Zohri juga belum pernah mencatat waktu sebaik ini. Dia memecahkan rekor pribadinya sendiri," ujar Eni.
Sayang, Eni tak mendampingi perjuangan Lalu di Finaldia. Dia menugaskan asistennya, Erwin Renaldo Maspaitella dan Kikin Ruhuddin.
Meski Eni tak hadir, Zohri secara khusus mengucapkan terima kasih untuk pelatihnya tersebut melalui akun Twitternya.
Terimakasih kepada Eni Nuraeni, pelatih pelatnas atletik di nomor jarak pendek putra yang telah sukses membawa Lalu Muhammad Zohri menjadi juara 🙏 pic.twitter.com/BnNc0tI8Rm
— Lalu Muhammad Zohri (@lalumzohri)
Atlet Asian Games

Lalu Muhammad Zohri juga akan menjadi wakil Indonesia di cabang olahraga yang sama pada Asian Games 2018. Pada ajang olahraga tersebut, Zohri tentu saja diharapkan akan kembali mengharumkan nama Indonesia.
Asian Games 2018 sendiri akan berlangsung di Indonesia di dua kota: Jakarta dan Palembang. Acara tersebut akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang.
Sumber: Bola.com
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 10 Juli 2026 17:53Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 10 Juli 2026 21:01Sempat Buron 3 Tahun, Mantan Rektor di Kupang Jadi Tersangka Penipuan
-
Liputan6 10 Juli 2026 20:42Kecelakaan Maut, Pemotor Tewas Hantam Truk Parkir
-
Liputan6 10 Juli 2026 20:28TASPEN Salurkan Santunan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Ahli Waris ASN
-
Liputan6 10 Juli 2026 20:25Mendagri Minta Pemda Kejar Target Bedah 400 Ribu Rumah
-
Liputan6 10 Juli 2026 20:12Sosok Rachmat Gobel di Mata Jusuf Kalla
-
Liputan6 10 Juli 2026 20:00
Prabowo Ungkap 3 BUMN Pertahanan Sempat Mau Dijual ke Asing
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya





















