Rakernas PB Akuatik Indonesia 2026: Merancang Persiapan Matang Demi Meraih Medali di Asian Games Jepang

Nexify - Ketua Umum (Ketum) PB Akuatik Indonesia (PB IA), Anindya Bakrie baru memimpin Rakernas PB IA di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Sabtu (28/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan ambisi besar untuk mengakhiri puasa medali di Asian Games 2026 Jepang.
Target ini menjadi misi utama mengingat Indonesia sudah sangat lama tidak mencicipi podium di level Asia. Anindya menyebut momentum ini sebagai waktu yang tepat bagi atlet tanah air untuk kembali bersinar di kancah internasional.
"Ya. Jadi yang paling penting itu bagaimana kita bisa memecahkan paceklik di istilahnya Asian Games. Sudah 36 tahun kita belum berhasil mencetak suatu medali," ujar Anindya kepada wartawan.
"Nah, ini waktunya untuk kita memecahkan telur. Dan ini kita memang sudah kuat dari sisi SEA Games, tapi Asian Games kita juga mulai berkiprah karena ini merupakan batu lancatan untuk bisa masuk di kualifikasi A namanya kalau di Olimpiade," katanya menambahkan.
Program Jangka Panjang
Demi merealisasikan target tersebut, PB AI telah menyiapkan program jangka panjang yang terstruktur. Program bernama Long Term Athlete Development (LTAD) ini fokus pada pengembangan bakat-bakat muda potensial seperti Jason Donovan Yusuf, Adelia Cantik Aulia, Masniari Wolf hingga Felix Viktor Iberle.
"Nah, untungnya ini bukan suatu yang instan. Kita bersama-sama telah membuat LTAD, singkatan dari Long Term Athlete Development, yang terlihat di atlet-atlet muda," tegas Anindya.
"Bukan saja di SEA Games seperti misalnya, satu Jason, kedua Masniari, lalu juga ada Cantika, ada Felix. Nah, ini semua benar-benar mempunyai potensi untuk merebut medali. Dan mereka masih dalam usia yang muda dan bisa dibilang produktif," lanjutnya.
Andalkan Atlet Muda
Kebijakan mengandalkan pemain muda ini bahkan sudah mulai diterapkan pada cabang olahraga Polo Air. Meski berstatus tim senior, komposisi skuat justru didominasi oleh wajah-wajah baru demi kesinambungan prestasi nasional.
"Bahkan tidak hanya di renang, seperti contoh saja sebagai ilustrasi di Polo Air, sembilan dari pemain di tim itu kita berani menurunkan pemain-pemain muda," tutur Anindya.
"Walaupun Indonesia ini pernah tim yang senior menang emas dan juga perak. Itu contoh keberpihakan kepada masa depan untuk Akuatik Indonesia," imbuhnya.
Baca Juga:
- Rakornas 2026 Bahas Masa Depan Polo Air, PB Akuatik Indonesia Siapkan Langkah Besar
- Jadwal Lengkap Pertandingan Tim Akuatik Indonesia Sepanjang 2026
- Pengprov Akuatik Indonesia DIY Resmi Dilantik, Anindya Bakrie Tekankan Kolaborasi dan Prestasi
- Hasil SEA Games 2025: Hujan Gol Lawan Singapura, Polo Air Putra Indonesia Segel Medali Perak
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 2 Agustus 2026 14:57Benjamin Sesko Masuk Radar Bayern, Manchester United Belum Berniat Melepas
-
Liga Inggris 2 Agustus 2026 14:38Manchester United Mulai Dekati Bek Muda Newcastle
-
Liga Inggris 2 Agustus 2026 14:27Danny Welbeck di Chelsea: Mentor Ideal untuk Joao Pedro
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 2 Agustus 2026 14:36KMP Mutiara Sentosa 2 Angkut 250 Penumpang Terbakar di Laut Sumenep
-
Liputan6 2 Agustus 2026 13:39Terobosan Menag agar Santri Tembus Kampus Top Dunia
-
Liputan6 2 Agustus 2026 13:04Kronologi Petugas Damkar Meninggal saat Padamkan Kebakaran di Kramat Jati
-
Liputan6 2 Agustus 2026 12:53Viral Pengendara Dipalak di Tenggamus, Pelaku Diantar Keluarga ke Polisi
-
Liputan6 2 Agustus 2026 12:49Petugas Damkar Gugur Saat Bertugas Punya Riwayat Sakit Jantung
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























