
Nexify - - Pimpinan Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal baru-baru ini kembali membicarakan alasannya meninggalkan Yamaha Motor Racing akhir tahun nanti, dan akan menjadi tim satelit pabrikan lain di MotoGP mulai tahun depan. Dalam acara After The Flag uji coba Qatar via MotoGP.com, Poncharal pun 'curhat' soal keputusannya.
Tech 3 dan Yamaha telah bekerja sama sejak 1999 di kelas GP250, dan naik ke kelas GP500/MotoGP pada 2001. Sejak itu pula Tech 3 difungsikan sebagai tim satelit sekaligus tim junior Yamaha. Sayangnya, Tech 3 selalu mendapatkan perangkat motor yang berusia setahun lebih tua dari perangkat tim pabrikan meski level performanya cukup setara.
"Sebagai tim satelit, Anda selalu ingin lebih. Anda selalu ingin sedikit lebih dekat dengan tim pabrikan. Aturan teknis terbaru telah membantu tim satelit lebih dekat dengan papan atas, tapi Anda selalu ingin potongan terakhir. Lagipula, 20 tahun adalah waktu yang lama. Ada masanya kami seperti pembalap. Anda lihat tahun lalu Jorge Lorenzo pindah ke Ducati. Valentino Rossi bahkan pernah mencoba pabrikan baru," ujar Poncharal.
Pria asal Prancis ini juga menyatakan bahwa pihaknya ingin merasakan tantangan baru dan meninggalkan zona nyaman. Poncharal belum mau menyebutkan nama pabrikan yang akan menaunginya tahun depan meski telah tanda tangan kontrak, namun ia menegaskan bahwa pabrikan tersebut menjanjikan dukungan mental dan teknis yang cukup baik bagi timnya.
"Dalam karir dan kehidupan, Anda bisa saja terlalu nyaman dan kadang bagus memulai tantangan baru. Kadang hal macam ini menyadarkan Anda dan membuat Anda merasa 10 tahun lebih muda. Bertemu orang yang bisa menularkan energi, passion dan keinginan untuk bekerja dengan Anda, itulah yang ingin saya coba. Saya sedikit takut staf saya bakal tak setuju, tapi saya sangat senang saat semua berkata 'ayo'," tutupnya.
KTM diperkirakan merupakan pabrikan yang akan menaungi Tech 3, mengingat pabrikan asal Austria ini telah lama mengungkapkan keinginan menggaet tim satelit dan memfungsikannya sebagai tim junior untuk membimbing dua rider muda mereka, Miguel Oliveira dan Brad Binder.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 21:55Ditekuk Inggris, Ayah Erling Haaland Klaim Norwegia Dicurangi Wasit
BERITA LAINNYA
-
otomotif 7 Juli 2026 19:017 Pembalap Yamaha Borong IMI Awards 2026
SOROT
-
Liputan6 12 Juli 2026 21:00Prabowo: BUMN Selama Ini Jadi Sumber Korupsi, Akan Kami Tertibkan
-
Liputan6 12 Juli 2026 20:00
Indonesia Targetkan Produksi Bensin dari Singkong dalam 4 Tahun
-
Liputan6 12 Juli 2026 18:36Prabowo Cerita Gagasan Pembentukan Koperasi Merah Putih
-
Liputan6 12 Juli 2026 18:15Prabowo: Koperasi, UMKM, Swasta, dan BUMN Harus Bersatu Bangun Ekonomi
-
Liputan6 12 Juli 2026 17:15Hari Koperasi Nasional, Prabowo Kritik Ekonomi Neoliberal
-
Liputan6 12 Juli 2026 17:11Prabowo: Tentara-Polisi Butuh Gaji Baik Supaya Tak Memeras Rakyat
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















