
Nexify - Sepak bola terus mengalami berbagai perubahan aturan dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari peningkatan jumlah pemain pengganti hingga semakin luasnya penggunaan teknologi VAR.
Bahkan format pertandingan di Piala Dunia mendatang juga direncanakan mengalami penyesuaian. Semua perubahan itu menunjukkan bahwa hampir tidak ada aspek permainan yang benar-benar tetap.
Biar begitu, laga uji coba antara Inggris dan Uruguay di Wembley menghadirkan situasi yang bahkan mempertanyakan salah satu aturan paling dasar dalam sepak bola.
Insiden Dua Kartu Kuning Manuel Ugarte
Pertandingan persahabatan menjelang Piala Dunia tersebut berlangsung relatif datar di depan puluhan ribu penonton di Wembley, Sabtu 28 Maret 2026 dini hari WIB. Namun, sebuah momen kontroversial di babak kedua justru menjadi sorotan utama.
Gelandang Uruguay sekaligus pemain Manchester United, Manuel Ugarte, tampak menerima dua kartu kuning dalam pertandingan tersebut. Meski demikian, ia tidak dikeluarkan dari lapangan sebagaimana biasanya terjadi dalam aturan sepak bola.
Kartu kuning pertama terjadi pada menit ke-70 setelah pelanggaran terhadap Cole Palmer. Saat itu Palmer mencoba menusuk ke arah garis akhir ketika Ugarte datang untuk menghentikan pergerakannya.
Wasit Sven Jablonski langsung menghentikan permainan dan memberikan tendangan bebas untuk Inggris. Beberapa laporan siaran menyebut Ugarte menerima kartu kuning pertama setelah tekel yang dianggap ceroboh tersebut.
Kartu Kuning Kedua yang Tidak Berujung Kartu Merah
Sekitar sepuluh menit kemudian, situasi kembali memanas ketika Inggris sudah unggul 1-0. Ugarte terlibat percakapan dengan wasit yang kemudian berujung pada kartu kuning kedua.
Secara umum, dua kartu kuning dalam satu pertandingan seharusnya langsung menghasilkan kartu merah. Namun dalam laga tersebut, keputusan itu tidak terjadi.
Ugarte bahkan tetap berada di lapangan sebelum akhirnya ditarik keluar sebagai pemain pengganti. Keputusan tersebut memicu kebingungan di antara penonton maupun pihak siaran.
Kartu Kuning Ugarte Dibatalkan
Menurut laporan siaran ITV Sport, ofisial keempat Benjamin Brand kemudian menjelaskan bahwa kartu kuning kedua tersebut telah “dibatalkan”.
Padahal teknologi VAR juga digunakan dalam pertandingan ini, dengan Soren Storks bertugas sebagai video assistant referee. Namun dalam aturan saat ini, VAR tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan kartu kuning kecuali dalam kasus salah identitas pemain.
Salah satu perubahan aturan yang direncanakan untuk Piala Dunia 2026 adalah perluasan kewenangan VAR untuk meninjau kartu kuning kedua. Namun, aturan tersebut baru akan mulai diterapkan pada Juni mendatang.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 10:13Man of the Match Amerika Serikat vs Paraguay: Folarin Balogun
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 13 Juni 2026 10:13Man of the Match Amerika Serikat vs Paraguay: Folarin Balogun
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 10:11Monas hingga Bundaran HI Gelap Malam Ini
-
Liputan6 13 Juni 2026 09:03Pemprov DKI Bantah Matikan CCTV Saat Demo Mahasiswa
-
Liputan6 13 Juni 2026 07:30Ramai Soal CCTV Bundaran HI, Pemprov DKI Buka Suara
-
Liputan6 13 Juni 2026 06:00Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:45Kereta Gantung Taif dan Jejak Dakwah Rasulullah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















