Mainoo, Carrick, dan Beratnya Jalani Piala Dunia Tanpa Banyak Kesempatan Bermain

Mainoo, Carrick, dan Beratnya Jalani Piala Dunia Tanpa Banyak Kesempatan Bermain
Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo dan pelatih Michael Carrick usai laga melawan Liverpool, 3 Mei 2026 di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Nexify - Kobbie Mainoo menghadapi musim panas yang tidak mudah setelah memperkuat Inggris di Piala Dunia 2026. Gelandang Manchester United itu lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan dibanding berada di lapangan.

Situasi tersebut mengingatkan pada pengalaman Michael Carrick ketika membela Inggris di Piala Dunia 2010. Saat itu, Carrick masuk skuad, tetapi nyaris tidak mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi.

Kesamaan pengalaman itu kini menjadi nilai penting bagi Manchester United. Carrick dinilai memahami kondisi mental Mainoo karena pernah berada dalam posisi yang sama sebagai pemain yang tersisih di turnamen terbesar dunia.

Mainoo memang belum mengungkapkan perasaannya setelah turnamen berakhir. Namun, perubahan ekspresinya selama berada di Amerika Utara sempat menjadi perhatian para pengamat sepak bola Inggris.

Michael Carrick Pernah Mengalami Hal Serupa

Carrick masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan di bawah asuhan Fabio Capello. Akan tetapi, perjalanan tim berakhir mengecewakan setelah kalah 1-4 dari Jerman pada babak 16 besar.

Delapan tahun kemudian, Carrick mengakui pengalaman tersebut memberikan dampak besar terhadap kondisi psikologisnya. Bahkan, ia sempat meminta Federasi Sepak Bola Inggris agar tidak lagi memanggilnya ke tim nasional.

"Saya sudah lama berada di skuad dan, terus terang, saya merasa sangat berat setiap kali bergabung dengan tim nasional," kata Carrick pada 2018.

"Saya mungkin pernah berada di ambang... ya, saya memang mengalami depresi pada beberapa waktu. Saya mengatakan kepada FA, 'Tolong jangan panggil saya'," lanjutnya.

Carrick Memahami Karakter Kobbie Mainoo

Hingga kini, Mainoo belum berbicara mengenai pengalaman yang dialaminya selama Piala Dunia 2026. Ia menjalani delapan pertandingan tanpa tampil, dan sempat mengalami cedera ringan pada punggung menjelang akhir turnamen.

Carrick diyakini menjadi sosok yang paling memahami apa yang sedang dirasakan Mainoo. Hubungan keduanya juga telah terjalin sejak sang gelandang masih menimba ilmu di akademi Manchester United.

"Saya sangat menikmati bekerja bersama Kobbie. Saya mengenalnya sejak masih muda dan mulai bekerja dengannya ketika usianya sekitar 13 atau 14 tahun," ujar Carrick.

"Ia memang terlihat datar dan tidak banyak memperlihatkan ekspresi. Namun, Anda bisa melihat bagaimana ia bermain dan menikmati permainannya," tambahnya.

Tantangan Mengembalikan Senyum Mainoo

Mainoo diperkirakan akan kembali bergabung dengan Manchester United setelah agenda pramusim dimulai. Kehadiran Carrick diyakini dapat membantunya memulihkan kepercayaan diri setelah pengalaman yang kurang menyenangkan bersama tim nasional.

Lingkungan klub juga dipandang lebih nyaman bagi pemain berusia 21 tahun tersebut. Carrick pernah melewati fase serupa dan berhasil bangkit sehingga pengalamannya dapat menjadi bekal penting untuk mengembalikan performa terbaik Kobbie Mainoo di Old Trafford.

Pada akhirnya, hanya Mainoo yang mengetahui seperti apa beratnya menjalani Piala Dunia 2026 tanpa banyak kesempatan bermain. Namun, ia kini memiliki pelatih yang pernah melalui jalan yang sama dan memahami cara menghadapi situasi tersebut.

Sumber: Manchester Evening News