
Nexify - Jack Wilshere menilai perlakuan Djed Spence dari Thomas Tuchel saat laga Inggris kontra Ghana di Piala Dunia 2026 bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, instruksi keras kepada Djed Spence justru menjadi bentuk bantuan dari pelatih.
Momen itu viral setelah video dari pinggir lapangan memperlihatkan Tuchel berulang kali memanggil nama Djed Spence. Pelatih asal Jerman itu lalu meminta bek kiri Inggris tersebut melakukan kombinasi umpan pendek “give and go”.
Banyak yang menilai Tuchel tampak frustrasi terhadap permainan Djed Spence. Namun, Wilshere berpandangan pendekatan seperti itu masih sangat wajar dalam sepak bola level elite.
Tuchel Dinilai Paham Cara Menangani Pemain

Jack Wilshere, yang kini melatih Luton Town, merasa reaksi publik terlalu berlebihan. Ia menilai Tuchel memahami pemain mana yang perlu diingatkan secara langsung.
Wilshere mengungkapkan bahwa gaya melatih keras bukan hal asing bagi generasinya. Menurutnya, banyak pemain dulu tumbuh dengan tekanan verbal dari pelatih dan tetap bisa berkembang.
“Menurut saya, itu cukup normal. Saat kami berkembang dulu, kami sering diteriaki dan kami menerimanya,” ujar Wilshere.
“Semua sangat bergantung pada individu. Anda tahu pemain yang bisa diperlakukan seperti itu, dan Anda tahu pemain yang tidak membutuhkannya.”
Ia juga mengacu pada sesi latihan ketika Tuchel sempat berteriak kepada Djed Spence. Wilshere menilai itu bagian dari upaya menjaga fokus pemain.
“Saya juga melihat komentar Djed dan dia bilang, ‘Ya, itu normal; dia pelatih hebat; tuntutannya tinggi’.”
Djed Spence Dipasang untuk Redam Ancaman Ghana
Djed Spence menjalani starter pertamanya di turnamen besar bersama Inggris. Pemain Tottenham itu dimainkan untuk meredam kecepatan Antoine Semenyo.
Laga melawan Ghana menjadi penampilan kedelapan Spence bersama tim senior Inggris. Ia sebelumnya menjalani debut senior pada September tahun lalu di bawah arahan Tuchel.
Pemain berusia 25 tahun itu tampil selama 65 menit. Penampilannya cukup disiplin, terutama dalam duel satu lawan satu di sisi sayap.
Sebelum kick-off, Djed Spence juga sempat menjadi bahan pembicaraan. Ia menjadi satu-satunya pemain Inggris yang tidak berjabat tangan dengan Thomas Partey saat seremoni pra-pertandingan.
Inggris Masih Pimpin Grup Meski Gagal Menang
Inggris tampil dominan sepanjang pertandingan. Namun, mereka gagal memaksimalkan banyak peluang saat menghadapi pertahanan rapat Ghana.
Inggris melepaskan 19 tembakan, sedangkan Ghana hanya dua kali mengancam gawang lawan. Meski begitu, skor tetap berakhir tanpa gol.
Harry Kane sebenarnya memiliki peluang emas pada akhir laga. Kapten Inggris itu gagal mengarahkan tembakan jarak dekat ke gawang.
Hasil imbang ini tetap menjaga Inggris di puncak Grup L. Mereka unggul selisih gol atas Ghana dan masih berada di jalur aman menuju babak 32 besar.
Tim asuhan Tuchel selanjutnya akan menghadapi Panama di New York. Laga tersebut menjadi penentu status juara grup bagi Inggris.
Sumber: talkSPORT
Klasemen Piala Dunia 2026
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 24 Juni 2026 20:28Reaksi Prabowo Saat Warga Gorontalo Bersorak Sambut Sherly Tjoanda
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:30Diplomasi Jadi Senjata Indonesia Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:29Prabowo: B50 Meluncur Juli 2026, Kita Tak Akan Impor Solar Lagi
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:09Prabowo Ungkap Kunci Indonesia Jadi Kekuatan Pangan Dunia
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:00Respons Pabrikan Otomotif Hengkang, Kemlu Bocorkan Investasi Baru
-
Liputan6 24 Juni 2026 18:36Harga GTA 6 Terungkap, Versi Ultimate Edition Sentuh Rp 1,7 Juta
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
6 Calon Pengganti Marc Cucurella di Chelsea, Ada B...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya




















