Kenapa Gol Menit Akhir Josko Gvardiol ke Gawang Portugal Dianulir Wasit?

Kenapa Gol Menit Akhir Josko Gvardiol ke Gawang Portugal Dianulir Wasit?
Bek Timnas Kroasia, Josko Gvardiol merayakan golnya ke gawang Portugal sebelum gol itu dianulir oleh VAR. (c) AP Photo/Mike Stewart

Nexify - Harapan Kroasia untuk melaju di Piala Dunia 2026 kembali pupus akibat keputusan kontroversial VAR. Tim berjuluk Vatreni harus menerima kenyataan pahit setelah gol penyeimbang yang mereka cetak pada detik-detik terakhir dianulir saat menghadapi Portugal di babak 32 besar.

Portugal sempat yakin telah memastikan kemenangan ketika Goncalo Ramos mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-94 untuk membawa timnya unggul 2-1. Sebelumnya, Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan lewat titik penalti setelah Ivan Perisic lebih dulu membawa Kroasia unggul.

Meski tertinggal, Kroasia terus menekan hingga masa injury time yang sangat panjang. Pada menit ke-103, sebuah umpan silang dari sisi kiri disambut Mario Pasalic yang kemudian mengarahkan bola ke jalur Josko Gvardiol. Bek Manchester City itu sukses mencetak gol yang sempat membuat Kroasia yakin telah memaksakan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Namun sayang VAR menganulir gol yang berpotensi mengubah nasib Kroasia tersebut. Mengapa gol tersebut dianulir oleh VAR?

Simak penjelasannya di bawah ini.

Terdeteksi Teknologi

Terdeteksi Teknologi

Timnas Kroasia merayakan gol Ivan Perisic ke gawang Portugal di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026) (c) AP Photo/Stephanie Scarbrough

Menurut laporan BBC Sports, teknologi Snicko yang terpasang di dalam bola pertandingan menjadi penyebab gol Gvardiol itu dianulir.

Teknologi Snicko memiliki sistem yang mampu mendeteksi sentuhan sekecil apa pun, dan hasil bacaan teknologi itu menunjukkan adanya sentuhan tipis dari kepala Igor Matanovic sebelum bola sampai kepada Pasalic. Sentuhan tersebut membuat posisi Pasalic dinyatakan offside saat menerima bola.

Wasit Espen Eskas kemudian dipanggil untuk meninjau ulang insiden tersebut melalui monitor di pinggir lapangan. Langkah ini tergolong tidak lazim untuk kasus offside. Setelah melakukan peninjauan, Eskas memutuskan membatalkan gol Kroasia, sehingga Portugal dipastikan melaju ke babak 16 besar.

Fans Kroasia Marah Besar

Fans Kroasia Marah Besar

Bruno Fernandes berduel dengan Mateo Kovacic di laga Portugal vs Kroasia, 32 Besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026) (c) AP Photo/Mike Stewart

Keputusan itu memicu kemarahan para pendukung Kroasia di stadion. Mereka melemparkan botol-botol air ke lapangan sebagai bentuk protes, sehingga pertandingan sempat tertunda beberapa saat.

Ivan Perisic, yang sebelumnya mencetak gol pembuka pada menit ke-53, bahkan harus menghampiri tribune suporter Kroasia untuk menenangkan mereka sebelum tayangan ulang insiden offside ditampilkan di layar raksasa Stadion BMO.

Menurut komentator BBC, penayangan ulang tersebut bertujuan menunjukkan kepada para pendukung Kroasia alasan mengapa Pasalic dianggap berada dalam posisi offside.

Meski demikian, kontroversi tetap muncul karena keputusan VAR dalam insiden ini sangat bergantung pada pembacaan teknologi Snicko. Sentuhan bola yang terdeteksi dari kepala Matanovic begitu tipis hingga nyaris tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga memicu perdebatan mengenai validitas keputusan tersebut.