
Nexify - Lionel Messi kembali menghadirkan kisah yang sulit dipisahkan dari panggung Piala Dunia. Kali ini, bukan hanya kemenangan dramatis Argentina yang menjadi pembicaraan, melainkan perjumpaan emosional dengan Mohamed Salah yang menghadirkan nuansa berbeda di edisi 2026.
Laga Argentina melawan Mesir di babak 16 besar terasa lebih besar daripada sekadar perebutan tiket menuju perempat final Piala Dunia 2026. Di atas lapangan, dua pemain yang telah membentuk generasi sepak bola modern bertemu dalam momen yang mungkin tidak akan terulang lagi.
Beberapa hari sebelum pertandingan, Salah mendapat pertanyaan mengenai sosok yang ingin menemaninya menjalani last dance di Piala Dunia. Jawabannya singkat dan tegas, yakni Lionel Messi, bahkan sebelum kepastian lawan Mesir ditentukan.
Takdir kemudian mempertemukan keduanya di Atlanta. Pelukan hangat sebelum sepak mula menjadi gambaran bahwa pertandingan tersebut membawa makna yang melampaui persaingan selama 90 menit.
Dua Ikon yang Saling Menghormati
Messi dan Salah datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi sama-sama meninggalkan jejak besar dalam sepak bola dunia. Keduanya menjadi simbol konsistensi, kepemimpinan, dan kemampuan menjaga level permainan selama bertahun-tahun.
Pada usia 39 tahun, Messi masih memimpin Argentina mengejar satu trofi Piala Dunia lagi. Di sisi lain, Salah yang kini berusia 34 tahun tetap menjadi wajah utama sepak bola Mesir sekaligus inspirasi bagi jutaan pendukung di negaranya.
Pertemuan mereka memperlihatkan bahwa rivalitas tidak selalu lahir dari permusuhan. Ada rasa hormat yang tumbuh dari perjalanan panjang masing-masing, sesuatu yang terlihat jelas sejak momen sebelum pertandingan dimulai.
Piala Dunia Selalu Punya Ruang untuk Cerita Besar
Sepanjang turnamen, perhatian publik kerap tertuju pada gol, statistik, dan hasil akhir pertandingan. Namun, Piala Dunia juga hidup melalui kisah manusia yang berada di balik setiap pertandingan.
Messi masih menjaga peluang mempertahankan gelar bersama Argentina. Salah memang harus mengakhiri perjalanan Mesir, tetapi pencapaian timnya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola negaranya setelah mampu menembus fase gugur dan bersaing hingga akhir melawan juara bertahan.
Messi berkata, "Apa yang dilakukan skuad ini sungguh luar biasa. Bangkit dari ketertinggalan 2-0 dalam laga gugur menunjukkan segalanya tentang tim ini."
Ucapan tersebut bukan hanya menggambarkan kemenangan Argentina. Kalimat itu juga menjadi penegasan bahwa pengalaman dan keyakinan tetap memiliki tempat di tengah derasnya regenerasi pemain muda.
Warisan yang Melampaui Hasil Akhir
Masa depan kedua pemain di Piala Dunia masih menyimpan tanda tanya. Messi masih melanjutkan langkahnya di turnamen ini, sedangkan Salah belum memastikan apakah dirinya akan kembali mencoba membawa Mesir menuju edisi 2030.
Bagi Salah, warisan terbesar mungkin bukan sekadar catatan penampilan atau jumlah gol. Ia berharap perjalanan kariernya mampu membuka keyakinan bagi generasi berikutnya bahwa mimpi besar dapat diraih tanpa memandang asal tempat seseorang tumbuh.
"Saya tidak tahu apakah ini tarian terakhir, tetapi selalu menjadi kehormatan mengenakan seragam ini," kata Salah. "Saya berharap bisa menginspirasi banyak orang, terutama anak-anak, untuk percaya bahwa mereka bisa melangkah jauh. Saya berharap mereka melihat saya sebagai sumber inspirasi. Kesuksesan bukan hanya milik satu orang, dan keberhasilan orang lain tidak mengurangi keberhasilan saya."
Pada akhirnya, pertandingan di Atlanta menghadirkan sesuatu yang tidak selalu bisa diukur lewat papan skor. Piala Dunia kembali membuktikan bahwa pertemuan dua legenda mampu meninggalkan kenangan yang bertahan jauh lebih lama daripada hasil akhir pertandingan.
Sumber: FIFA
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 8 Juli 2026 21:30Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
LATEST UPDATE
-
Lain Lain 9 Juli 2026 08:59YPP Wujudkan Impian Rumah Sejahtera Terpadu untuk Warga Magelang
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 8 Juli 2026 21:30Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
-
piala dunia 8 Juli 2026 21:01Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
SOROT
-
Liputan6 9 Juli 2026 10:39TNI Ungkap Alasan Jaga Ketat Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Liputan6 9 Juli 2026 10:34Mabes TNI Buka Suara soal Pengamanan Ketat Rumah Jampidsus
-
Liputan6 9 Juli 2026 09:56Buntut Panjang Kasus Eksploitasi Pelajar di Pawai MBG Batam
-
Liputan6 9 Juli 2026 09:51Dokter Tifa Bacakan Eksepsi, PN Jaktim Dijaga Ketat Polisi
-
Liputan6 9 Juli 2026 09:46Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar, Ini Agendanya
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























