Lionel Scaloni Tolak Jadikan Wasit Alasan Kekalahan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Lionel Scaloni Tolak Jadikan Wasit Alasan Kekalahan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Ekspresi Lionel Scaloni usai menerima medali runner up Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Julio Cortez

Nexify - Lionel Scaloni menegaskan kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 bukan disebabkan keputusan wasit. Pelatih Albiceleste itu mengakui lawannya tampil lebih baik sepanjang pertandingan.

Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol setelah Ferran Torres mencetak gol pada babak perpanjangan waktu. Gol tersebut memastikan La Roja menang 1-0 di New York New Jersey Stadium.

Sepanjang laga, Argentina kesulitan mengembangkan permainan dan nyaris tidak menciptakan ancaman. Tim juara bertahan bahkan baru melepaskan tembakan pertama melalui Lionel Messi pada menit ke-117.

Meski sempat memprotes kartu merah Enzo Fernandez pada akhir waktu normal, Scaloni memilih tidak menjadikan keputusan wasit sebagai penyebab kekalahan. Ia juga mengungkapkan faktor kelelahan turut memengaruhi performa timnya.

Scaloni Akui Spanyol Memang Lebih Unggul

Scaloni Akui Spanyol Memang Lebih Unggul

Aksi Lionel Scaloni ketika melatih Argentina di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Charlie Riedel

Spanyol tampil dominan sejak awal pertandingan hingga akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Ferran Torres. Argentina tidak mampu memberikan perlawanan berarti sepanjang waktu normal maupun tambahan waktu.

Scaloni menilai hasil akhir tersebut memang layak diterima timnya. Menurut dia, mengakui keunggulan lawan merupakan langkah penting agar Argentina bisa berkembang pada masa mendatang.

"Apakah kepemimpinan wasit tidak adil? Tidak. Kami kalah karena Spanyol lebih baik daripada kami," kata Scaloni kepada para wartawan setibanya kembali di Argentina.

"Kami harus mengakuinya, mereka bermain lebih baik. Mengakui hal itu akan membuat kami menjadi lebih baik di masa depan," ujar Scaloni.

Kelelahan Jadi Kendala Argentina di Final

Kelelahan Jadi Kendala Argentina di Final

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam pertandingan melawan Aljazair di Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026). (c) AP Photo/Charlie Riedel

Scaloni juga mengakui para pemainnya sudah menguras banyak tenaga sebelum mencapai partai puncak. Kondisi fisik yang menurun membuat Argentina tidak mampu tampil maksimal menghadapi Spanyol.

Situasi tersebut semakin sulit setelah Lisandro Martinez mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan lebih awal. Kehilangan bek Manchester United itu membuat Argentina semakin kesulitan menjaga keseimbangan permainan.

"Kemungkinan kami tiba di final dengan kondisi tenaga yang sudah habis. Itulah kenyataannya," jelas Scaloni.

Lisandro Martinez Bangga Membela Argentina

Lisandro Martinez Bangga Membela Argentina

Kiper Argentina Emiliano Martinez (kanan) dan bek Lisandro Martinez (kiri) mengawal gawang dari serangan Inggris dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Lynne Sladky

Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, Lisandro Martinez tetap menunjukkan kebanggaannya menjadi bagian dari tim nasional Argentina. Bek berusia 28 tahun itu menyampaikan pesannya melalui media sosial.

Martinez juga mengapresiasi dukungan suporter Argentina yang selalu setia menemani perjuangan tim sepanjang turnamen. Menurutnya, pengalaman tersebut akan selalu menjadi kenangan yang tidak terlupakan.

“Kami menghadapi berbagai rintangan, mencapai sesuatu yang dulu tampak mustahil, dan tidak pernah mencari-cari alasan. Kami hanya menemukan alasan untuk terus melangkah maju,” tulis bek Manchester United itu di media sosial.

“Kami membela warna kebesaran kami jauh melampaui apa yang terjadi di atas lapangan, serta berbagi momen-momen yang tak terlupakan bersama tim nasional, keluarga kami, dan dukungan tanpa syarat dari seluruh rakyat Argentina. Merupakan kehormatan yang luar biasa bagi saya untuk selalu mewakili kalian.”

Sumber: FotMob