Mbappe Jawab Kritik dengan Dua Gol Spektakuler, Prancis Awali Piala Dunia dengan Kemenangan

Mbappe Jawab Kritik dengan Dua Gol Spektakuler, Prancis Awali Piala Dunia dengan Kemenangan
Selebrasi Kylian Mbappe dalam laga Prancis vs Senegal di Grup I Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026). (c) AP Photo/Frank Franklin II

Nexify - Timnas Prancis mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Senegal. Namun, hasil akhir tersebut tidak menggambarkan sepenuhnya jalannya pertandingan yang sempat berjalan sulit bagi Les Bleus.

Pada babak pertama, Senegal mampu memberikan perlawanan sengit dan beberapa kali mengancam pertahanan Prancis. Di sisi lain, Kylian Mbappe justru menjadi sasaran kritik karena kesulitan menunjukkan performa terbaiknya.

Sejumlah sentuhan yang tidak akurat dan peluang yang gagal dimanfaatkan membuat penampilan sang kapten menjadi bahan pembicaraan. Namun, situasi berubah drastis setelah jeda pertandingan.

Babak Pertama yang Sulit untuk Mbappe

Babak Pertama yang Sulit untuk Mbappe

Selebrasi Kylian Mbappe dkk. dalam laga Prancis vs Senegal di Grup I Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026). (c) AP Photo/Frank Franklin II

Mbappe tidak tampil dominan sepanjang 45 menit pertama. Beberapa serangan Prancis terhenti ketika bola berada di kakinya dan ia gagal memberikan dampak besar di area pertahanan Senegal.

Meski demikian, mantan kapten Inggris Wayne Rooney menilai kritik yang mengarah kepada Mbappe terlalu berlebihan. Menurutnya, seorang penyerang selalu memiliki kesempatan untuk mengubah jalannya pertandingan.

"Saya pikir Mbappe bukan masalahnya," ujar Rooney. "Saya tahu dia tidak menjalani babak pertama yang bagus, tetapi sebagai seorang penyerang tengah Anda selalu memiliki kesempatan untuk menebusnya."

Ucapan Rooney terbukti tepat. Setelah turun minum, Mbappe tampil sebagai sosok yang berbeda dan menjadi pusat kebangkitan Prancis.

Peran Besar Michael Olise dalam Kebangkitan Prancis

Perubahan permainan Prancis tidak lepas dari kontribusi Michael Olise. Gelandang serang itu menjadi motor kreativitas tim dan membantu membuka ruang yang sebelumnya sulit ditembus Senegal.

Laporan pertandingan menyebut pelatih Didier Deschamps melakukan penyesuaian taktik dengan memberikan peran yang lebih sentral kepada Olise. Langkah tersebut membuat serangan Prancis jauh lebih hidup pada babak kedua.

Olise kemudian menjadi penyedia assist untuk gol pembuka Mbappe. Kerja samanya dengan lini depan Prancis membuat pertahanan Senegal yang tampil disiplin pada babak pertama mulai kesulitan mengimbangi ritme permainan Les Bleus.

Sebelum mencetak gol, Mbappe juga sempat dibuat frustrasi oleh kiper Senegal Edouard Mendy. Ia bahkan merasa seharusnya mendapatkan penalti dalam sebuah insiden yang kemudian menjadi kontroversi karena wasit tetap pada keputusan awal setelah meninjau VAR.

Dua Gol yang Mengubah Segalanya

Terobosan yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-66. Mbappe menyambut umpan Olise dengan penyelesaian satu sentuhan yang menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang elite.

Gol tersebut bukan hanya membuka keunggulan Prancis, tetapi juga menyamai rekor gol Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Prancis.

Setelah Bradley Barcola menambah keunggulan Prancis dan Senegal sempat memperkecil ketertinggalan melalui Ibrahim Mbaye, Mbappe menutup pertandingan dengan cara yang luar biasa. Ia melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 30 meter yang tak mampu dihentikan kiper lawan.

Gol kedua tersebut memastikan kemenangan 3-1 bagi Prancis sekaligus mengantarkan Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Les Bleus dengan 58 gol. Ia melampaui catatan 57 gol milik Giroud.