Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026

Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps memeluk Kylian Mbappe setelah kekalahan mereka dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026 (c) AP Photo/Julio Cortez

Nexify - Prancis mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan finis di peringkat keempat setelah kalah 4-6 dari Inggris pada perebutan tempat ketiga. Hasil tersebut memang belum memenuhi harapan, tetapi Les Bleus tetap meninggalkan banyak catatan positif.

Perjalanan itu juga menjadi penampilan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional Prancis. Setelah memimpin selama bertahun-tahun, ia menutup masa baktinya dengan meninggalkan fondasi kuat bagi generasi berikutnya.

Dari sisi permainan, Prancis tampil lebih agresif dibanding turnamen-turnamen sebelumnya. Perubahan pendekatan taktik membuat produktivitas gol meningkat drastis sepanjang kompetisi.

Meski gagal membawa pulang medali, performa Les Bleus menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Sejumlah pemain muda dan senior juga memberikan optimisme untuk menghadapi turnamen berikutnya.

Lini Depan Prancis Tampil Sangat Produktif

Didier Deschamps menggunakan empat pemain menyerang sejak awal turnamen, sesuatu yang belum pernah ia lakukan pada ajang besar sebelumnya. Keputusan tersebut terbukti efektif karena Prancis mengakhiri kompetisi dengan koleksi 20 gol, jumlah yang sama dengan Inggris sebagai tim paling produktif.

Kylian Mbappe kembali menjadi mesin gol utama setelah mengoleksi 10 gol dan meraih Sepatu Emas untuk dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Kapten Les Bleus itu juga kini memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol.

Kerja sama Mbappe dan Michael Olise menjadi salah satu kekuatan terbesar Prancis. Olise mencatat tujuh assist, termasuk lima yang berbuah gol Mbappe.

"Begitu mudah bermain bersama Michael. Dia selalu mengangkat kepalanya, jadi Anda hanya perlu memberi pilihan. Dia selalu ingin bergerak maju dan menciptakan peluang bagi rekan setimnya," ujar Mbappe.

Ousmane Dembele ikut tampil impresif dengan koleksi enam gol, termasuk hattrick ke gawang Norwegia. Di sisi sayap, Desire Doue dan Bradley Barcola juga memberikan kecepatan serta kreativitas yang memperkaya variasi serangan Prancis.

Regenerasi di Lini Tengah dan Belakang Berjalan Baik

Perubahan sistem juga berdampak pada sektor tengah dengan duet Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot sebagai pengatur permainan. Keduanya mampu menjaga keseimbangan tim sekaligus membantu Prancis menguasai jalannya pertandingan.

Turnamen ini juga menjadi panggung bagi Manu Kone dan Warren Zaire-Emery untuk menambah pengalaman di level tertinggi. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa regenerasi skuad berjalan sesuai rencana.

Dembele turut memberikan apresiasi kepada Zaire-Emery setelah tampil sebagai pemain pengganti. "Saya ikut senang untuknya. Dia pantas berada di tim ini. Dia pemain luar biasa yang akan menjadi aset bagi tim mana pun."

Di lini belakang, Dayot Upamecano dan William Saliba kembali menunjukkan kualitas sebagai pasangan bek tengah utama. Keduanya tampil disiplin sepanjang turnamen tanpa menerima satu pun kartu kuning.

Warisan Besar Didier Deschamps

Kekalahan dari Spanyol di semifinal dan Inggris pada perebutan tempat ketiga memang meninggalkan kekecewaan. Namun, Prancis tetap mencatat salah satu performa menyerang terbaik sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia.

Deschamps mengakhiri karier kepelatihannya dengan catatan yang sulit ditandingi. Ia membawa Prancis mencapai perempat final pada 2014, menjadi juara pada 2018, finis sebagai runner-up pada 2022, dan menembus semifinal pada 2026.

"Ini adalah puncak karier saya. Saya mendedikasikan 25 tahun hidup saya untuk tim ini. Waktu selama itu tentu meninggalkan kesan yang sangat mendalam karena saya menciptakan begitu banyak kenangan yang tidak akan terlupakan," kata Deschamps.

Warisan terbesar Deschamps bukan hanya trofi, tetapi juga fondasi tim yang tetap kompetitif. Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda, Prancis masih memiliki peluang besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar pada turnamen-turnamen mendatang.

Sumber: FIFA