Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Pemain Spanyol Ferran Torres (7) melakukan selebrasi setelah mencetak gol dalam laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026 (c) AP Photo/Julio Cortez

Nexify - Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara usai mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga menghadirkan rekor baru dengan total 308 gol sepanjang kompetisi.

Produktivitas tersebut menghasilkan rata-rata 2,96 gol per pertandingan dari 104 laga. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak edisi 1970 dan menempatkan turnamen kali ini sebagai salah satu yang paling produktif dalam sejarah.

Selain menghadirkan banyak gol, Piala Dunia 2026 juga memperlihatkan perubahan pola permainan. Bola mati, tembakan jarak jauh, hingga umpan silang menjadi jalur utama yang paling sering menghasilkan gol.

Rata-rata Gol Tertinggi Sejak 1970

Sebanyak 308 gol lahir dalam 104 pertandingan sepanjang turnamen. Rata-rata 2,96 gol per laga melampaui edisi Qatar 2022 (2,69), Rusia 2018 (2,64), dan Brasil 2014 (2,67).

Meski demikian, rekor sepanjang sejarah masih menjadi milik Piala Dunia 1954 di Swiss dengan rata-rata 5,38 gol per pertandingan. Sebaliknya, Italia 1990 menjadi edisi dengan produktivitas terendah, yakni 2,21 gol per laga.

Mbappe dan Messi Ukir Rekor Baru

Kylian Mbappe menutup turnamen sebagai pencetak gol terbanyak lewat koleksi 10 gol. Lionel Messi mengikuti dengan delapan gol, sedangkan Jude Bellingham dan Erling Haaland sama-sama mengemas tujuh gol.

Mbappe juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang menjadi top skor dalam dua edisi Piala Dunia. Penyerang Prancis itu bahkan menutup turnamen dengan koleksi 22 gol sepanjang karier di Piala Dunia, melewati rekor sebelumnya yang dimiliki Miroslav Klose.

Bola Mati Tetap Menjadi Senjata Ampuh

Situasi bola mati kembali menghasilkan banyak peluang berbahaya sepanjang kompetisi. Sebanyak 54 gol berasal dari skema tersebut, termasuk 16 gol melalui titik penalti.

Dari jumlah itu, 38 gol tercipta melalui sepak pojok, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam jarak jauh. Kontribusinya mencapai 17,5 persen dari seluruh gol di turnamen.

Tembakan Jarak Jauh Semakin Efektif

Sebanyak 43 gol lahir dari luar kotak penalti selama Piala Dunia 2026. Rinciannya terdiri atas tujuh tendangan bebas langsung dan 36 gol dari permainan terbuka.

Anggota FIFA Technical Study Group, Jurgen Klinsmann, menjelaskan alasan tren tersebut semakin berkembang. "Ketika tidak ada ruang, saat delapan atau sembilan pemain berada di dalam atau di sekitar kotak penalti, maka tembakan jarak jauh menjadi solusi yang ideal."

Umpan Silang Masih Sulit Dihentikan

Umpan silang tetap menjadi salah satu cara paling efektif menghasilkan gol. Total 75 gol tercipta melalui bola kiriman dari sisi lapangan, termasuk gol Ferran Torres yang memastikan Spanyol menjadi juara.

Kontribusi skema tersebut mencapai sekitar 24 persen dari seluruh gol selama turnamen. Statistik itu belum memasukkan umpan silang yang berasal dari situasi bola mati.

Real Madrid dan Premier League Mendominasi

Pemain Real Madrid menjadi penyumbang gol terbanyak berdasarkan klub dengan total 22 gol. Rinciannya berasal dari Mbappe, Bellingham, Vinicius Junior, dan Arda Guler.

Sementara itu, klub-klub Premier League menghasilkan 79 gol atau sekitar 25,6 persen dari total gol Piala Dunia 2026. Kompetisi La Liga berada di posisi kedua dengan 41 gol, diikuti Bundesliga 25 gol, Ligue 1 23 gol, dan Serie A 22 gol.

Sumber: FIFA