
Nexify - Timnas Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang berbeda dibandingkan empat tahun lalu. Jika pada edisi 2022 mereka berangkat sebagai tim peringkat satu dunia, Selecao kini berada di posisi keenam ranking FIFA.
Perubahan posisi tersebut menjadi gambaran bahwa perjalanan menuju turnamen kali ini tidak sepenuhnya mulus. Brasil bahkan mencatat enam kekalahan selama fase kualifikasi, jumlah yang sangat tidak biasa bagi negara pemilik lima gelar juara dunia itu.
Pelatih Carlo Ancelotti kini menghadapi tugas penting untuk menemukan komposisi terbaik antara lini belakang dan lini depan. Keseimbangan permainan menjadi faktor yang diyakini dapat menentukan langkah mereka di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Meski memiliki beberapa catatan yang perlu diperbaiki, kualitas individu para pemain tetap menjadikan Timnas Brasil sebagai salah satu kandidat kuat juara. Kedalaman skuad dan pengalaman sang pelatih menjadi modal besar menghadapi persaingan tingkat tertinggi.
Formasi 4-3-3 Jadi Pilihan Utama

Ancelotti diperkirakan meninggalkan pendekatan 4-2-4 yang sempat membuat lini tengah terbuka saat laga uji coba melawan Panama. Formasi 4-3-3 dinilai lebih ideal untuk menjaga keseimbangan permainan.
Susunan pemain yang paling mungkin diturunkan menempatkan Alisson di bawah mistar gawang. Danilo, Marquinhos, Gabriel, dan Alex Sandro berpeluang mengisi lini pertahanan.
Di sektor tengah, Casemiro akan ditemani Bruno Guimaraes dan Lucas Paqueta. Ketiganya memiliki kombinasi kemampuan bertahan dan membangun serangan yang dibutuhkan tim.
Sementara itu, lini depan diprediksi dihuni Raphinha, Matheus Cunha, dan Vinicius Junior. Ketiganya memiliki kecepatan dan kreativitas untuk membongkar pertahanan lawan.
Brasil (4-3-3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Alex Sandro; Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta, Casemiro; Raphinha, Matheus Cunha, Vinicius Junior.
Kekuatan Timnas Brasil Jelang Turnamen

Produktivitas serangan menjadi salah satu keunggulan utama Timnas Brasil. Tidak banyak negara peserta yang memiliki pilihan penyerang dengan kualitas setara.
Selain itu, Brasil juga mempunyai fondasi kuat di area sentral pertahanan. Kehadiran Marquinhos dan Gabriel memberikan jaminan stabilitas saat menghadapi lawan-lawan besar.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah keberadaan Carlo Ancelotti di kursi pelatih. Pengalaman panjangnya menangani klub elite Eropa membuatnya memahami cara mengelola skuad bertabur bintang.
Ancelotti optimistis dengan kualitas yang dimiliki timnya. "Saya memiliki skuad yang sangat bertalenta. Saya yakin kami akan menjalani Piala Dunia yang hebat," ujar pelatih asal Italia tersebut.
Tantangan yang Masih Menghantui

Meski memiliki banyak pemain berkualitas, Brasil tetap menyimpan beberapa kelemahan. Hasil selama kualifikasi menjadi bukti bahwa performa mereka belum sepenuhnya konsisten.
Dalam dua dekade sebelumnya, Brasil hanya menelan lima kekalahan di kualifikasi Piala Dunia. Jumlah itu bahkan terlampaui dalam satu siklus menuju Piala Dunia 2026.
Keseimbangan lini tengah juga masih menjadi bahan perdebatan. Sejumlah pengamat menilai komposisi skuad belum sepenuhnya ideal meskipun sudah diperkuat tambahan pemain seperti Ederson.
Casemiro tetap menjadi figur penting di jantung permainan. Namun, pada usia 34 tahun, beban kerja yang terlalu besar dapat menjadi tantangan tersendiri sepanjang turnamen.
Neymar dan Vinicius Jadi Perhatian

Keputusan Ancelotti memasukkan Neymar memunculkan banyak pembahasan menjelang turnamen. Kondisi fisik sang pemain masih menjadi perhatian setelah beberapa kali mengalami cedera.
Ancelotti membuka berbagai kemungkinan terkait peran Neymar di lapangan. "Dia mungkin bermain, mungkin tidak, mungkin berada di bangku cadangan dan masuk sebagai pemain pengganti," kata Ancelotti.
Meski demikian, kualitas Neymar tetap tidak diragukan. Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil, ia masih mampu memberikan pengaruh penting meskipun hanya tampil dalam durasi terbatas.
Di sisi lain, Vinicius Junior akan memikul ekspektasi besar. Mantan anak asuh Ancelotti di Real Madrid itu diharapkan mampu menampilkan performa terbaiknya bersama Timnas Brasil seperti yang ia lakukan di level klub.
Sumber: BBC Sport
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 27 Juli 2026 16:58Buntut Kontroversi, Timnas Italia Batal Pekerjakan Andrea Pirlo
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
Kata-Kata Pertama Jurgen Klopp usai Jadi Pelatih Jerman: Jangan Ganggu Keluarga Saya atau Saya Mundur!
Andrea Pirlo Selangkah Lagi Latih Timnas Italia, Dikontrak hingga Piala Dunia 2030
Bukan Piala Dunia 2030, Ini Target Pertama Andrea Pirlo di Timnas Italia
Nicolas Otamendi Pensiun dari Timnas Argentina usai Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























