
Nexify - - Manajer timnas Inggris, Gareth Southgate, mengaku puas dengan pola pertahanan baru yang dia coba pada laga uji coba melawan Kroasia. Menurutnya, timnas Inggris kini bisa bermain lebih fleksibel saat menguasai bola.
Inggris berjumpa Kroasia pada pertandingan UEFA Nations League di Stadion HNK Rijeka pada Sabtu (12/10) dini hari WIB. Melawan finalis Piala Dunia 2018, Inggris tidak kebobolan hingga laga berakhir dan skor akhir laga adalah 0-0.
Pada laga di Rijeka, Southgate memilih untuk menanggalkan formasi tiga bek yang melejitkan Inggris di Piala Dunia 2018 yang lalu. Sebagai gantinya, pelatih berusia 48 tahun tersebut kembali ke formasi klasik timnas Inggris yakni 4-4-2.
Hanya saja, Southgate melakukan beberapa modifikasi dan menurutnya berjalan dengan sukses. Apa modifikasi dalam pola pertahanan timnas Inggris? Simak penuturan Southgate selengkapnya dalam uraian di bawah ini.
4-4-2 Yang Fleksibel
Pada laga melawan Kroasia, Southgate memainkan John Stone dan Harry Maguire di pertahanan. Lalu di posisi bek sayap ada Kyle Walker dan Ben Chilwell. Ada empat bek sejajar di lini belakang ketika Inggris dalam posisi bertahan.
Namu, ketika menguasai bola, Walker dan Chilwell akan dibebaskan menyerang. Sebagai gantinya, ada Eric Dier yang turun ke pertahanan dan membentuk pola bermain dengan tiga bek. Skema ini berjalan cukup sukses di laga melawan Kroasia.
“Kami berhasil membangunnya dan itu adalah posisi yang tepat untuk Eric Dier. Ada momen Stones dan Maguire bermain berdua dan Dier lebih maju. Itu artinya, dua fullback kami bisa lebih tinggi dan kami punya banyak opsi,” ucap Southgate pada Four Four Two.
Tantangan Inggris Selanjutnya
Setelah memetik satu poin pada laga melawan Kroasia, Inggris akan segera menjalani laga yang tidak kalah pentingnya. Harry Kane dan kawan-kawan harus menjalani laga melawan Spanyol di Estadio Benito Villamarin, 15 Oktober yang akan datang.
Spanyol kini sedang dalam performa yang menanjak bersama pelatih baru Luis Enrique. La Roja telah merasakan tiga kemenangan beruntun pasca Piala Dunia 2018 pada era kepelatihan mantan pelatih klub Barcelona tersebut.
Berita Video
Berita video tentang makna di balik salah satu lagu Asian Para Games 2018, Dream High, yang dinyanyikan dan diciptakan oleh Sheryl Sheinafia.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 5 Juli 2026 18:27Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
-
Piala Dunia 5 Juli 2026 18:20Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
-
Piala Dunia 4 Juli 2026 03:15Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Inggris 6 Juli 2026
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
piala eropa 24 Maret 2026 10:20Zinedine Zidane Capai Kesepakatan Lisan untuk Latih Timnas Prancis
SOROT
-
Liputan6 5 Juli 2026 20:53Kebakaran Rumah di Palmerah Jakarta Barat, 20 Unit Damkar Dikerahkan
-
Liputan6 5 Juli 2026 20:3325 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem di AS
-
Liputan6 5 Juli 2026 20:30Tegur Mobil Halangi Jalan, Pengemudi Ojol Dibacok
-
Liputan6 5 Juli 2026 19:55Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak
-
Liputan6 5 Juli 2026 19:39Menteri LH Ungkap Kondisi Terkini Kebakaran di TPA Jatiwaringin
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























