
Nexify - Panenka adalah teknik eksekusi penalti yang sangat populer di dunia sepak bola. Hampir semua orang mengenalnya. Namun, tak semua berani memakainya di pertandingan yang sebenarnya.
Panenka memang teknik ampuh untuk 'membunuh' lawan. Hanya saja, teknik ini juga bisa diibaratkan sebagai pedang bermata dua.
Salah-salah, hasilnya pasti berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan. Butuh mental baja, skill mumpuni untuk mengecoh penjaga gawang, pengambilan keputusan yang tepat, dan kepercayaan diri tinggi guna menyukseskannya, terutama di laga yang penuh tekanan.
Antonin Panenka
40 years ago today, Antonín Panenka scored the most iconic penalty of all time 🙌 pic.twitter.com/qwcGbn9Kei
— Complex UK (@complex_uk)
Teknik ini pertama kali diperagakan oleh eks gelandang Cekoslovakia, Antonin Panenka, dalam adu penalti melawan Jerman Barat di final Euro 1976.
Ketika skor 4-3, Panenka, yang merupakan algojo kelima Cekoslovakia, berhadapan satu lawan satu dengan Sepp Maier. Tekanannya luar biasa. Namun, Panenka dengan dingin men-chip bola ke tengah gawang dan membuat Maier tampak seperti kiper amatiran.
Cekoslovakia keluar sebagai juara dengan kemenangan 5-3 lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2 sepanjang waktu normal.
Seandainya Panenka grogi sedikit saja, yang menyebabkan Maier tidak terkecoh secara sempurna, kisahnya pasti berbeda.
Dari situlah teknik Panenka dikenal oleh seantero dunia.
Tak Selalu Berakhir Indah
Si Landreau transforme son tir au but, le FC Nantes gagne la Coupe de la Ligue :pic.twitter.com/ZEl2PVE6h2
— Football de notre enfance🎙⚽ Les Libéros (@LesLiberos)
Sejak itu hingga sekarang, beberapa pemain sudah mencoba menirunya. Ada yang berhasil, tapi ada juga yang gagal dan justru berakibat fatal.
Ambil contoh kiper Mickael Landreau, dengan rekor bagus dari titik 12 pas, yang membuang kesempatan membawa Nantes memenangi final Piala Liga Prancis 2004 ketika melawan Sochaux di partai final.
Ada pula Andrea Pirlo, yang eksekusinya ketika masih berseragam AC Milan dimentahkan dengan mudah oleh Pinto dalam laga kontra Barcelona di Joan Gamper Trophy 2010 di Camp Nou.
First fails. pic.twitter.com/rFXcWpgxMO
— Munnir Emirate (@MunnirEmirate)
Atau ini.
What's worse than losing 0-7 to in 's Luis Manuel Seijas epic panenka fail pic.twitter.com/4c6uqcUVvE
— ᴊᴏᴇ ʟᴇᴇ 🇲🇾 (@klubbkiddkl)
Namun, Banyak Juga yang Berhasil Melakukannya
Dari penalti-penalti ala Panenka yang sukses, ada beberapa yang terkenal dan tak terlupakan. Misalnya saja Francesco Totti, yang berperan membawa Italia mengalahkan Belanda dalam adu penalti di semifinal Euro 2000.
Panenka Penalties: Who can remember Francesco Totti's ice cold chip against Edwin van der Sar to help Italy beat Holland in the Euro 2000 semi-finals?pic.twitter.com/PPK9AQjMgY
— Classic Football Shirts (@classicshirts)
Zinedine Zidane saat melawan Italia, pada menit 7 final Piala Dunia 2006, yang diwarnai insiden kartu merah akibat tandukan sang legenda ke dada Marco Materazzi dan Prancis kalah adu penalti tanpanya.
— World Cup Fever ⚽ (@Trivia_WorldCup)
A few days later in the final of the 🏆 Zinédine Zidane 🇫🇷 beat Gianluigi Buffon 🇮🇹 and scoring the probably second most famous Panenka of all timepic.twitter.com/kiqXg4u0iV
Pirlo Memperbaikinya
Panenka Penalties: Andrea Pirlo knocks out England during Euro 2012pic.twitter.com/bFHQ72u4pH
— Classic Football Shirts (@classicshirts)
Dua tahun setelah kegagalannya di Camp Nou dan setahun pascakepindahannya ke Juventus, regista Italia itu kembali melakukannya. Kali ini, panggung dan tekanannya lebih besar, adu penalti melawan Inggris di perempat final Euro 2012. Pirlo memperbaikinya.
Azzurri sedang berada dalam posisi sulit usai Riccardo Montolivo gagal melaksanakan tugasnya sebagai algojo kedua.
Kiper Joe Hart tampak sangat percaya diri. Pirlo merasa perlu meruntuhkan mental Hart sekaligus mendongkrak kembali semangat timnya. Dia memilih Panenka. Eksekusi sukses 100 persen dan jalannya babak shootout berubah total. Italia akhirnya keluar sebagai pemenang.
Jangan Lupakan Sergio Ramos
Ramos siguió pateando a lo Panenka. Con tal efectividad que el ex futbolista checo lo definió como "su mejor imitador" pic.twitter.com/9OAJbt264I
— Dupla Central (@CentralDupla)
Bek Real Madrid dan Spanyol, Sergio Ramos, kini juga menjadi salah satu spesialis Panenka. Dia cukup sering melakukannya, baik di level klub maupun tim nasional.
Pedang Bermata Dua

Teknik Panenka ibarat pedang bermata dua. Salah-salah, ini bisa menjadi senjata makan tuan dan memberi kenangan buruk yang tak terlupakan.
Namun, jika dieksekusi secara sempurna dan di waktu yang krusial, teknik ini dapat menjadi senjata ampuh untuk 'membunuh' kepercayaan diri penjaga gawang serta tim lawan untuk kemudian meraih kemenangan, atau bahkan menjuarai sebuah turnamen bergengsi dengan cara elegan seperti yang dilakukan Antonin Panenka bersama negaranya di Belgrade 1976 silam.
Panenka adalah teknik yang artistik dari titik 12 pas. Semua mengenalnya, tapi tak semua berani memakainya.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Kenangan-kenangan Indah David Villa Episode Barcelona
- Juninho Pernambucano dan Muridnya yang Bernama Miralem Pjanic
- Hari Ini 7 Tahun Lalu: MU Tunjuk David Moyes Sebagai Suksesor Sir Alex Ferguson
- Kilas Balik: Penjelasan Valentino Rossi Soal 3 Julukan Populernya
- Puluhan Rekor Ronaldo-Messi yang Bakal Buat Kamu Berpikir: Mereka Ini Manusia atau Bukan Sih?
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 14 Juni 2026 23:15Kejutan Bursa Transfer: Marc Cucurella Dikabarkan Gabung Real Madrid
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 14:37Man of the Match Australia vs Turki: Nestory Irankunda
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 11:44Man of the Match Haiti vs Skotlandia: John McGinn
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 06:33Jerman Menang 7-1, Skor yang Sama Saat Lumat Brasil 12 Tahun Lalu
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 06:16Jepang Tahan Belanda 2-2, Laga Terbaik Piala Dunia 2026 Sejauh Ini!
BERITA LAINNYA
-
piala eropa 24 Maret 2026 10:20Zinedine Zidane Capai Kesepakatan Lisan untuk Latih Timnas Prancis
-
piala eropa 13 Februari 2026 10:31Hasil Drawing UEFA Nations League: Inggris Satu Grup dengan Spanyol dan Kroasia!
SOROT
-
Liputan6 15 Juni 2026 06:03Kasus Korupsi Jadi Titik Balik, Ini Langkah-Langkah Pembenahan MBG
-
Liputan6 15 Juni 2026 05:00Saling Berbalas Gol, Belanda Sama Kuat dengan Jepang
-
Liputan6 15 Juni 2026 00:11Menteri Haji Sebut Jemaah Indonesia yang Wafat di Arab Capai 290 Orang
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























