3 Skema Formasi Real Madrid untuk Karakter Permainan Arda Guler

3 Skema Formasi Real Madrid untuk Karakter Permainan Arda Guler
Selebrasi Arda Guler dalam laga Bayern Munchen vs Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Kamis (16/4/2026). (c) AP Photo/Lennart Preiss

Nexify - Arda Guler berpeluang mendapatkan peran lebih besar di Real Madrid pada musim 2026/27 setelah mencatat sembilan assist di La Liga musim lalu. Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Guler untuk berkembang di bawah arahan Jose Mourinho.

Mourinho kabarnya menyiapkan beberapa skema untuk memaksimalkan kemampuan gelandang asal Turki tersebut, termasuk menempatkannya lebih dalam sebagai pengatur permainan. Di sisi lain, Guler tetap memiliki peluang menjalankan peran nomor 10 seperti yang pernah dimainkan Mesut Ozil di belakang Cristiano Ronaldo pada era awal 2010-an.

Ada tiga rancangan lini tengah yang dapat menjadi opsi Mourinho untuk mengakomodasi karakter permainan Guler. Ketiganya menawarkan fungsi berbeda, mulai dari pengatur serangan dari area lebih dalam hingga kreator utama di belakang Kylian Mbappe.

Guler sebagai Pengatur dari Area Dalam

Skema pertama menempatkan Bernardo Silva sebagai LDM, Arda Guler sebagai RDM, dan Jude Bellingham sebagai AM. Dalam posisi tersebut, Guler dapat bergerak dari sisi kanan dengan kaki kiri untuk mengirim umpan diagonal ke berbagai area lapangan.

Bernardo memiliki tugas membawa bola dari area tengah menuju sisi kiri, sedangkan Guler berperan sebagai pengatur serangan dari belakang. Bellingham kemudian dapat melakukan penetrasi ke kotak penalti seperti pada musim 2023/24 sehingga Mbappe lebih bebas bergerak tanpa mengurangi ancaman Real Madrid di depan gawang.

Guler Menjadi Konduktor di 4-3-3

Opsi kedua menempatkan Bellingham sebagai LCM, Aurelien Tchouameni sebagai DM, dan Guler sebagai RCM. Formasi ini memberikan ruang bagi Guler untuk mengatur tempo permainan dari sisi kanan lini tengah dengan tanggung jawab yang lebih besar.

Peran tersebut memiliki kemiripan dengan fungsi Toni Kroos di sisi kiri lini tengah selama bertahun-tahun di Real Madrid. Tchouameni dapat menjaga keseimbangan pertahanan di belakang Guler dan Bellingham sehingga keduanya lebih leluasa membantu membangun serangan.

Kembali ke Peran Nomor 10

Skema ketiga merupakan peran yang paling familiar bagi Guler, yakni sebagai AM dengan Bellingham di LCM dan Fede Valverde di RCM. Formasi ini memungkinkan Real Madrid menurunkan tiga gelandang dengan kemampuan komplet sekaligus menempatkan Guler di posisi terbaiknya.

Valverde dan Bellingham dapat bekerja naik turun untuk memberikan perlindungan dari lini tengah hingga area pertahanan. Guler kemudian berada di belakang Mbappe untuk menerima bola, mengatur serangan, dan membuka peluang melalui umpan-umpan kreatif.

Ketiga opsi tersebut memberikan Mourinho fleksibilitas dalam menentukan posisi terbaik Guler sesuai kebutuhan pertandingan. Peran lebih dalam dapat menguji kemampuan distribusi bolanya, sedangkan posisi nomor 10 memberi Guler kebebasan lebih besar untuk menciptakan peluang.

Sumber: The Real Champs