Dari Lapangan ke Ruang Kelas: Pelatih Fisik Timnas U-17 Kini jadi Pengajar di Universitas Nusantara PGRI Kediri

Nexify - Nama Sofie Imam Faizal dikenal luas di lingkungan sepak bola nasional. Ia adalah sosok di balik kesiapan fisik pemain Timnas Indonesia U-17, sebuah peran krusial yang kerap luput dari sorotan publik.
Namun, sosok yang pernah bekerja untuk Sabah FA itu menandai babak baru dalam perjalanan kariernya. Sofie tidak hanya aktif di lapangan hijau, tetapi juga melangkah ke ruang kelas sebagai pengajar di Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Langkah ini bukan keputusan spontan. Ada proses, dialog, dan visi keilmuan yang menyertainya, sejalan dengan semangat membangun sepak bola Indonesia dari berbagai lini.
"Keterlibatan saya sebagai pengajar di Universitas Nusantara PGRI Kediri bermula dari undangan sebagai narasumber dan dosen tamu dalam sebuah workshop yang diselenggarakan oleh universitas tersebut," kata Sofie.
Bagi Sofie, dunia akademik dan kepelatihan bukan dua kutub yang saling meniadakan. Keduanya justru saling menguatkan, baik secara konseptual maupun praktis. Di tengah tuntutan sebagai pelatih Timnas, mahasiswa doktoral, dan kini dosen, Sofie memilih memperluas pengabdian.
Pertemuan dengan Rektor yang Gila Bola
Perkenalan Sofie Imam Faizal dengan Universitas Nusantara PGRI Kediri bermula dari undangan akademik. Ia hadir sebagai narasumber dan dosen tamu dalam sebuah workshop bertema Development Conditioning dalam sepak bola.
Workshop tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri, Dr. Zainal Afandi, M.Pd. Diskusi ilmiah yang berlangsung membuka ruang dialog antara praktik kepelatihan dan pendekatan akademik.
Setelah kegiatan itu, Sofie mendapat tawaran untuk bergabung sebagai dosen pengajar. Tawaran tersebut sejalan dengan visi pribadinya untuk mendiseminasikan ilmu dan pengalaman praktis ke lingkungan kampus.
"Sebelumnya, saya juga aktif sebagai dosen tamu di Universitas Muhammadiyah Cirebon dan beberapa perguruan tinggi lainnya," kata sosok berusia 37 tahun tersebut.
Zainal Afandi sendiri dikenal sebagai rektor yang gila bola. Ketika Timnas Indonesia berjuang untuk lolos ke Piala Dunia 2026 beberapa waktu lalu, dia mengadakan acara menonton bareng pertandingannya di kampus.
Zainal Afandi juga memprakarsai diadakannya acara Seminar Nasional bertema Paradigma Baru Sepakbola Indonesia. Pada acara itu, Sofie diundang sebagai pembicara, dan acara tersebut dibuka langsung oleh rektor Zainal Afandi.
Mengajar, Belajar, dan Melatih dalam Satu Irama

Di Universitas Nusantara PGRI Kediri, Sofie mengampu mata kuliah yang sesuai dengan latar belakang profesionalnya. Di antaranya ilmu kepelatihan, pengembangan kebugaran jasmani, dan sepak bola.
Perkuliahan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Praktik di lapangan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran, khususnya di Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek).
Tantangan utama bagi Sofie adalah penyesuaian peran. Mengajar di kelas menuntut pendekatan formal dan akademik yang berbeda dengan suasana pemusatan latihan tim nasional.
"Selain menyampaikan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan oleh universitas, saya juga berupaya memperkaya perkuliahan dengan pengalaman praktis di lapangan sebagai bentuk integrasi antara teori dan praktik," ucapnya.
Akademisi dan Pelatih dalam Satu Kerangka
Aktivitas akademik dan kepelatihan berjalan beriringan dalam keseharian Sofie sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17. Di masa lalu, saat menempuh studi magister, dia sudah punya pengalaman membagi waktu antara tugas di Timnas dan dunia akademik.
Kini, Sofie juga tercatat sebagai mahasiswa program doktor (S3) Ilmu Keolahragaan di Universitas Sebelas Maret Surakarta melalui jalur beasiswa. Jadi, kesibukannya makin bertambah dengan kegiatan mengajar di Universitas Nusantara PGRI Kedir.
Meskipun begitu, Sofie menikmati semua peran dan aktivitas yang dijalani sekarang. Bahkan, Sofie mengaku bisa mengambil hal positif dengan kesempatan untuk membagikan ilmu dan pengalamannya di sepak bola kepada mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri.
"Peran sebagai dosen, mahasiswa, dan pelatih menuntut kemampuan manajemen waktu yang baik. Secara konseptual, terdapat korelasi yang kuat antara peran dosen dan pelatih dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi," tutupnya.
Baca Ini Juga:
- Gambaran Gaya Main Timnas Indonesia Era John Herdman: Menyerang, Passing Cepat, dan Andalkan Speed
- Menerka Gaya Bermain Timnas Indonesia di Bawah John Herdman: Andalkan Pressing Ketat dan Transisi Kilat
- Hampir Tiga Bulan Tanpa Klub, Alex Pastoor Kembali Dilirik Eredivisie dan Masuk Radar FC Utrecht
- Timnas Indonesia Dipastikan Tanpa Thom Haye dan Shayne Pattynama untuk FIFA Series Maret 2026, Ini Penyebabnya
- Menyala Bersama Kanada, John Herdman Dinilai Cocok Nahkodai Timnas Indonesia
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 7 Agustus 2026 23:02Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Rizky Ridho Minta Maaf
-
Bola Indonesia 7 Agustus 2026 22:18Polemik Kartu Kuning Kedua Song Ui-Young: Timnas Indonesia Dirugikan?
-
Tim Nasional 7 Agustus 2026 12:40Tempat Menonton Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 7 Agustus 2026 23:02Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Rizky Ridho Minta Maaf
-
Bola Indonesia 7 Agustus 2026 22:18Polemik Kartu Kuning Kedua Song Ui-Young: Timnas Indonesia Dirugikan?
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 21:13Yan Diomande Ungkap Alasan Pilih Real Madrid, Wujudkan Mimpi Sejak Kecil
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 7 Agustus 2026 23:02Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Rizky Ridho Minta Maaf
-
tim nasional 7 Agustus 2026 12:40Tempat Menonton Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
tim nasional 7 Agustus 2026 12:20Nonton Live Streaming Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
SOROT
-
Liputan6 7 Agustus 2026 23:30Prabowo Puji Bahlil: Bisa Bikin Jokowi Tertawa
-
Liputan6 7 Agustus 2026 22:00Prabowo Ungkap Rumus Bernegara: Cintai Rakyat dan Gunakan Akal Sehat
-
Liputan6 7 Agustus 2026 21:20Respons Bahlil Usai Diberi Nilai Memuaskan oleh Prabowo: Terus Buktikan Prestasi
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:50Prabowo Beri Nilai Memuaskan untuk Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:38BGN Segera Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:34Kepala BGN Minta Maaf Marak Kasus Keracunan MBG
MOST VIEWED
John Herdman Dihadapkan pada Dilema Kiper Timnas Indonesia Jelang Duel Krusial Lawan Singapura
Pengamat Nilai Kekalahan 0-3 dari Vietnam Ungkap Kesenjangan Kualitas Pemain Timnas Indonesia
3 Fakta Menarik Setelah Timnas Indonesia Takluk Telak dari Vietnam
John Herdman: Singapura Lawan yang Sulit, Tapi Timnas Indonesia Bisa Menang!
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya





















