Timnas Indonesia Bisa Turunkan Skuad Terbaiknya di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Bisa Turunkan Skuad Terbaiknya di FIFA ASEAN Cup 2026
Para pemain starteer Timnas Indonesia saat melawan Kamboja pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026) (c) Kapanlagi.com/Budy Santoso

Nexify - Timnas Indonesia mendapat peluang besar untuk tampil dengan komposisi pemain terbaik pada FIFA ASEAN Cup 2026. Erick Thohir menilai status turnamen yang masuk dalam periode FIFA Matchday menjadi keuntungan penting bagi Skuad Garuda.

Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah turnamen tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, serta Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Masuknya FIFA ASEAN Cup 2026 ke kalender FIFA membuka kesempatan bagi pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri untuk memperkuat tim nasional. Kondisi ini membuat John Herdman berpotensi mendapatkan pilihan skuad yang lebih lengkap selama turnamen berlangsung.

Erick Thohir menilai situasi tersebut berbeda jika pertandingan digelar di luar kalender FIFA. Sebab, klub memiliki kewenangan untuk menentukan apakah pemain mereka dapat meninggalkan tim dan bergabung dengan negara.

"Khususnya buat FIFA ASEAN, karena ini di kalender FIFA, tadi, kita bisa memberikan tim yang terbaik yang kita punya. Karena kalau di luar FIFA kalender, ya kita harus juga mengerti, ya tidak mudah untuk klub-klub bisa memberikan pemainnya keleluasaan untuk bergabung," ujar Erick Thohir.

"Saya apresiasi ketika liga, klub-klub nasional memberikan keleluasaan pemainnya bergabung di luar FIFA kalender. Karena yang menggaji para pemain ini kebanyakan klub-klub loh. Nah, ini harus juga konteksnya dilihat secara bersama," jelasnya.

Ungkapan Erick Thohir

Ungkapan Erick Thohir

Erick Thohir resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia (c) Nexify/Bagaskara Lazuardi

Terakhir di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia menghadapi kendala dalam memanggil pemain diaspora. Sebab, turnamen itu tidak masuk kalender FIFA.

Selain soal ketersediaan pemain, Erick Thohir juga menilai status tuan rumah memberikan nilai plus bagi Timnas Indonesia. Menurutnya, kesempatan menggelar turnamen internasional dapat membuka jalan bagi Skuad Garuda untuk menghadapi lawan-lawan berkualitas.

"Dan tentu menjadi tuan rumah, itu juga bagian kita membangun kesempatan tim kita untuk bisa mendapatkan pertandingan-pertandingan yang baik. Seperti contoh kemarin, tim nasional kita bertanding dengan Bulgaria. Enggak mudah," ucap Erick Thohir.

"Ya, terakhir tim nasional kita waktu itu bertanding dengan Argentina. Nah, ini hal-hal seperti ini yang tentu kita dorong supaya peningkatan daripada tim nasional ini bisa terlihat. Rankingnya hari ini mungkin 118, ya karena kemarin bisa turun sedikit. Tapi ini prestasi yang terbaik setelah sekian lama," imbuhnya.

Tidak Bisa Instan

Tidak Bisa Instan

John Herdman, Erick Thohir, dan Kevin Wijaya menunjukkan jersey baru Timnas Indonesia dari Kelme yang diluncurkan pada Kamis (12/3) malam WIB di kawasan Gelora Bung Karno (c) Bagaskara Lazuardi

Erick Thohir menilai peningkatan prestasi olahraga tidak bisa dicapai secara instan. Dia menganggap setiap cabang olahraga membutuhkan proses panjang untuk berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.

"Nah, ini yang saya rasa mungkin tadi hal seperti ini dalam membangun olahraga apa pun, pasti... mau di semua olahraga, mau voli, mau futsal, bulu tangkis, tenis, semua ada prosesnya. Tetapi, di bawah pemerintahan Bapak Presiden," kata Erick Thohir.

"Bapak Presiden sangat punya komitmen bahwa olahraga ini harus menjadi bagian terpenting dalam pembangunan karakter dan juga bagaimana untuk tadi, kita sebagai bangsa yang juga dihormati di konteks banyak negara juga secara realitas dan persepsi," ungkapnya.

Disadur dari: Bola.com (Muhammad Adi Yaksa, Wiwig Prayugi) 11 Agustus 2026