Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain

Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
Pemain Persib Bandung, Thom Haye, merayakan gelar juara BRI Super League 2025/2026 (c) Bagaskara Lazuardi

Nexify - Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, tidak mempermasalahkan komposisi skuadnya meski Maung Bandung saat ini hanya memiliki satu bek sayap kiri murni, yakni Eliano Reijnders. Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, fleksibilitas para pemain menjadi solusi untuk menutup kekurangan di sektor tersebut.

Pada bursa transfer jelang musim 2026/2027, Persib memang lebih fokus memperkuat lini serang. Sejumlah nama seperti Balsa Sekulic, Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, hingga Mariano Peralta didatangkan untuk meningkatkan produktivitas gol.

Di lini tengah, Persib menambah kekuatan lewat kedatangan gelandang asal Jepang, Gakuto Notsuda. Sementara sektor pertahanan diperkuat oleh Gabriel Mutombo dan Sandy Walsh.

Meski stok bek kiri terbilang minim, Igor mengaku sama sekali tidak khawatir. Ia menilai beberapa pemain memiliki kemampuan bermain di lebih dari satu posisi, termasuk Sandy Walsh yang dinilainya nyaman mengisi sisi kiri pertahanan.

"Saya menikmati pilihan-pilihan ini. Kamu tahu, Sandy bermain di posisi bek kiri lebih baik daripada bek kanan. Jadi saya punya banyak opsi bermain. Saya bahkan bisa memainkan sistem yang lain. Saya akan menikmatinya," ujar Igor Tolic kepada awak media, Selasa (21/7/2026).

Masih Buka Peluang Tambah Amunisi

Meski merasa cukup dengan komposisi yang ada, Igor tidak menutup kemungkinan Persib kembali aktif di bursa transfer. Bahkan, ia memberi sinyal masih ada peluang Bobotoh mendapat kejutan dari rekrutan anyar.

Menurutnya, kebutuhan tim sudah dipetakan dengan jelas. Namun, keputusan mendatangkan pemain baru tetap harus mempertimbangkan kualitas pemain yang tersedia serta kemampuan finansial klub.

"Kalau kami mendatangkan pemain lain, kamu bisa terkejut lagi. Saya melihat banyak komentar bahwa kami membutuhkan kiper atau bek kiri. Kami tahu apa yang kami butuhkan," kata Igor.

Ia juga menegaskan bahwa proses transfer di Persib tidak semudah sekadar mengeluarkan dana besar.

"Semua bergantung pada anggaran dan kualitas pemain yang tersedia. Tidak seperti yang dibayangkan orang-orang, bahwa uang datang begitu saja lalu kami bebas membeli siapa pun. Tidak seperti itu," tegasnya.

Negosiasi Transfer Tak Pernah Mudah

Negosiasi Transfer Tak Pernah Mudah

Igor mengungkapkan setiap perekrutan pemain membutuhkan proses yang panjang dan penuh tantangan. Ia mencontohkan transfer Mariano Peralta yang memakan waktu cukup lama sebelum akhirnya berhasil diselesaikan.

Menurutnya, Direktur Olahraga Persib, Stanley Bernard, bekerja keras selama hampir satu bulan untuk menuntaskan proses negosiasi tersebut.

"Soal transfer Peralta, Stanley bekerja tanpa tidur selama satu bulan. Karena itu negosiasi, semua hal terjadi. Itu sangat dinamis, kamu tahu siapa saja pesaingnya. Jadi, itu tidak mudah. Tapi, kami berhasil menyelesaikannya," ungkap Igor.

Fokus Satukan Seluruh Skuad

Di luar aktivitas transfer, Igor kini memprioritaskan proses membangun kekompakan tim. Pasalnya, sejumlah pemain Persib masih menjalani agenda bersama Timnas Indonesia sehingga belum bergabung dengan skuad secara penuh.

Nama-nama seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen baru akan kembali beberapa hari sebelum Persib menjalani laga penting di kompetisi Asia.

"Kami masih belum berkumpul semua karena kami sedang menunggu pemain yang lain datang. Sandy, Ragnar, dan semua pemain tim nasional akan bergabung, lalu kami membentuk tim," ujar Igor.

"Memang tidak mudah karena mereka baru datang sekitar lima hari sebelum pertandingan ACL. Tapi kami harus siap. Mereka datang, kami bersatu, lalu bertarung bersama," tutup pelatih berusia 48 tahun tersebut.