Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds

Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Skuad Manchester United berkumpul sebelum laga melawan Brighton, Minggu (24/5/2026) (c) MUFC Official

Nexify - Manchester United dikenal sebagai salah satu klub dengan belanja terbesar di dunia sepak bola. Namun, mereka justru memilih berhati-hati ketika nilai transfer mulai menembus angka 100 juta pounds.

Di tengah tren transfer fantastis di Premier League, Setan Merah tidak ingin terburu-buru mengikuti arus. Kebijakan itu merupakan bagian dari strategi rekrutmen baru yang lebih disiplin.

Manchester United tetap membuka peluang mengeluarkan dana besar apabila pemain yang tepat tersedia. Namun, klub hanya akan melakukannya jika harga yang diminta benar-benar sepadan dengan kualitas sang pemain.

Pendekatan tersebut membuat United lebih fokus mencari nilai terbaik di pasar. Mereka ingin membangun skuad yang kompetitif tanpa harus terlibat dalam perang harga.

Fokus pada Nilai, Bukan Perang Harga

Fokus pada Nilai, Bukan Perang Harga

Gelandang Manchester United, Youri Tielemans (c) MUFC Official

Manchester United baru saja mendatangkan Andrey Santos dan Youri Tielemans. Keduanya direkrut dengan total biaya 85 juta pounds (sekitar Rp2,1 triliun).

Langkah itu menunjukkan bahwa United tetap bersedia mengeluarkan dana besar. Akan tetapi, mereka tidak ingin melewati batas 100 juta pounds hanya demi memenangkan persaingan transfer.

Klub sebenarnya mengagumi sejumlah pemain yang kemudian dibeli dengan harga fantastis. Di antaranya Morgan Rogers, Alexander Isak, Declan Rice, Sandro Tonali, hingga Elliot Anderson.

Meski demikian, United tidak pernah berniat menyamai nilai transfer yang akhirnya dibayarkan klub lain. Mereka menilai harga tersebut sudah melampaui nilai pasar pemain bersangkutan.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 22 Agustus 2026
Hull City Nexify
18:30 WIB
Man United Man United

Pengalaman Jadi Pelajaran Berharga

Pengalaman Jadi Pelajaran Berharga

Bek Manchester United, Harry Maguire (c) AP Photo/Dave Thompson

Sikap hati-hati Manchester United tidak lepas dari pengalaman masa lalu. Klub pernah mengeluarkan biaya besar yang hasilnya tidak selalu sesuai harapan.

Paul Pogba masih menjadi pembelian termahal United dengan nilai 89 juta pounds (sekitar Rp2,1 triliun) saat didatangkan dari Juventus pada 2016. Antony, Jadon Sancho, dan Romelu Lukaku juga direkrut dengan biaya yang sangat tinggi.

Ketiga pemain tersebut menghadapi tekanan besar karena label harga yang mereka bawa. Performa mereka dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi publik.

Harry Maguire menjadi pengecualian. Meski sempat mendapat kritik setelah dibeli seharga 80 juta pounds (sekitar Rp1,9 triliun), bek Inggris itu dinilai mampu bertahan menghadapi tekanan sebagai pemain termahal di posisinya saat itu.

Strategi Rekrutmen Baru Manchester United

Strategi Rekrutmen Baru Manchester United

Manajer Manchester United, Michael Carrick (c) AP Photo/Dave Thompson

Manajemen Manchester United menyadari bahwa harga transfer yang memecahkan rekor sering kali menjadi beban tambahan bagi pemain. Tekanan besar bahkan sudah muncul sebelum mereka menjalani pertandingan pertama.

Karena itu, klub kini lebih mengutamakan proses negosiasi yang sehat. United tidak ingin membayar harga yang dianggap terlalu tinggi hanya karena persaingan antarklub.

Filosofi tersebut menjadi bagian dari perubahan besar dalam strategi perekrutan pemain. Klub kini lebih mengedepankan belanja yang berkelanjutan dibanding mengejar nama besar dengan biaya berlebihan.

Manchester United masih diperkirakan akan mendatangkan pemain baru sebelum bursa transfer ditutup. Namun, kecuali muncul peluang yang benar-benar ideal, mereka tampaknya tetap enggan berbelanja di kisaran 100 juta pounds.

Sumber: Flashscore

Klasemen Premier League