Mengenal Christos Tzolis: Kekuatan, Kekurangan, dan Peluang Bersinar di Arsenal

Mengenal Christos Tzolis: Kekuatan, Kekurangan, dan Peluang Bersinar di Arsenal
Christos Tzolis teken kontrak di Arsenal (c) Instagram/arsenal

Nexify - Christos Tzolis kembali ke Liga Inggris dengan status yang jauh berbeda dibanding empat tahun lalu. Arsenal merekrut winger timnas Yunani itu setelah melihat perkembangan pesatnya bersama Club Brugge.

Nilai transfer Christos Tzolis mencapai €40 juta, atau sekitar Rp819,3 miliar. Angka tersebut menjadi rekor penjualan tertinggi dalam sejarah Liga Belgia.

Sebelumnya, Norwich City mendatangkan Christos Tzolis dari PAOK dengan nilai €10 juta. Kariernya sempat berjalan sulit sebelum bangkit lewat masa peminjaman di Fortuna Düsseldorf dan kemudian bersinar bersama Club Brugge.

Kini, Arsenal berharap Christos Tzolis mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Leandro Trossard. Mikel Arteta menilai pemain berusia 24 tahun itu memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan lini depan timnya.

Finishing Jadi Senjata Utama

Christos Tzolis dikenal sebagai winger berkaki dominan kanan yang lebih sering bermain di sisi kiri. Namun, ia juga mampu mengisi hampir seluruh posisi di lini serang.

Musim lalu, Christos Tzolis membukukan 22 gol dan 29 assist di semua kompetisi bersama Club Brugge. Performa tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Pemain Terbaik Liga Belgia.

Keunggulan terbesar Christos Tzolis terletak pada penyelesaian akhirnya. Ia kerap masuk ke ruang antara bek kanan dan bek tengah lawan sebelum melepaskan tembakan keras dengan efek melengkung ke arah tiang jauh.

Selain rajin menembak, Christos Tzolis juga mampu menggunakan kedua kakinya dengan baik. Kemampuan itu membuatnya tetap berbahaya saat menusuk dari luar maupun mengirim umpan silang.

Perkembangan Besar Setelah Tinggalkan Norwich

Perubahan paling mencolok dalam permainan Christos Tzolis terlihat pada pergerakannya tanpa bola. Kini, ia lebih cepat membaca ruang dan bergerak lebih dahulu sebelum umpan dikirim.

Kemampuan tersebut membuat Christos Tzolis lebih efektif membuka ruang bagi rekan setim. Pola larinya juga memudahkan terciptanya kombinasi cepat di area pertahanan lawan.

Arsenal diperkirakan akan memanfaatkan kemampuan itu ketika menghadapi tim yang bertahan rapat. Oleh karena itu, pergerakan tanpa bola dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam skema permainan Arteta.

Masih Punya Pekerjaan Rumah

Meski tampil tajam, Christos Tzolis masih memiliki beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Kontribusinya saat melakukan tekanan kepada lawan dinilai belum konsisten.

Arsenal juga akan meminta Christos Tzolis lebih aktif membantu pertahanan ketika kehilangan bola. Intensitas permainan di Liga Inggris menuntut setiap pemain sayap berkontribusi dalam dua fase permainan.

Peluang Bersinar Bersama Arsenal

Christos Tzolis membawa banyak atribut yang dibutuhkan Arsenal di lini depan. Finishing, dribel, kombinasi permainan, hingga kemampuan bola mati menjadi modal penting untuk bersaing di Premier League.

Tantangan terbesar bagi Christos Tzolis adalah beradaptasi dengan sistem yang tidak lagi berpusat pada dirinya seperti saat membela Club Brugge. Namun, Arsenal yakin kualitas yang dimilikinya cukup untuk memberikan kontribusi besar pada musim pertamanya di Stadion Emirates.

Sumber: ESPN