Pengaruh Miralem Pjanic di Balik Kepindahan Kerim Alajbegovic ke Juventus

Pengaruh Miralem Pjanic di Balik Kepindahan Kerim Alajbegovic ke Juventus
Aksi Kerim Alajbegovic bersama Juventus pada laga uji coba pramusim melawan Palermo. (c) Dok. Juventus

Nexify - Kerim Alajbegovic mengungkap pengaruh Miralem Pjanic dalam keputusannya bergabung dengan Juventus. Pemain berusia 18 tahun itu mengikuti jejak seniornya di Timnas Bosnia-Herzegovina setelah meninggalkan Bayer Leverkusen.

Alajbegovic bergabung dengan Juventus dari Leverkusen pada awal Agustus melalui transfer senilai €40 juta (sekitar Rp802 miliar). Ia sebelumnya menjalani masa peminjaman di Salzburg dan tampil impresif hingga mendapatkan kesempatan memperkuat Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia musim panas ini.

Di turnamen tersebut, Alajbegovic mencetak satu gol serta menjadi pemain Bosnia-Herzegovina dengan percobaan dribel terbanyak, yakni 18 kali dengan 10 di antaranya berhasil. Ia juga menciptakan empat peluang, jumlah yang sama dengan Esmir Bajraktarevic dan Ivan Basic.

Pjanic Berpengaruh dalam Keputusan Alajbegovic

Alajbegovic mengaku keberadaan Pjanic sebagai mantan pemain Juventus turut memengaruhi keputusannya menerima tawaran klub asal Turin tersebut. Pjanic memperkuat Juventus pada 2016 hingga 2020 dan mencatatkan 178 penampilan dengan koleksi empat gelar Serie A serta satu final Liga Champions.

"Ketika Juventus memanggil, sangat sulit untuk mengatakan tidak. Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia dan saya benar-benar bangga mengenakan jersey ini," ujar Alajbegovic kepada Tuttosport.

"Pjanic juga penting dalam pilihan saya karena dia pernah menjadi pemain Juventus dan memiliki pengaruh besar di klub ini. Ayah saya juga membantu, pada akhirnya ini adalah apa yang kami semua inginkan dan kami bahagia," lanjutnya.

Alajbegovic Terpikat dengan Spalletti

Juventus gagal lolos ke Liga Champions setelah mengakhiri Serie A musim lalu di peringkat keenam. Namun, klub tetap mempertahankan Luciano Spalletti sebagai pelatih untuk musim 2026/2027.

Alajbegovic memberikan penilaian positif terhadap metode latihan Spalletti sejak bergabung dengan skuad. "Saya bisa melihat dalam latihan betapa bagusnya Spalletti, dia selalu menginginkan kesempurnaan," kata pemain muda tersebut.

Menurut Alajbegovic, tuntutan tinggi Spalletti justru membantu proses perkembangannya. "Sangat bagus bekerja sekeras ini karena Anda mempelajari sesuatu yang baru dalam setiap sesi," ujarnya.

Siap Belajar di Juventus

Alajbegovic juga menikmati perhatian Spalletti terhadap detail permainan, mulai dari akurasi umpan hingga pergerakan dan penempatan posisi. Ia menilai pengalaman bekerja bersama pelatih berlevel tinggi akan menjadi bagian penting dari perkembangannya.

"Anda berkonsentrasi pada ketepatan umpan, pergerakan, dan penempatan posisi. Bagi saya, dia adalah pelatih level atas dan saya tidak sabar untuk terus belajar darinya," ujar Alajbegovic.

Juventus akan memulai musim Serie A dengan menghadapi Frosinone pada 23 Agustus. Pertandingan tersebut dapat menjadi langkah awal Alajbegovic untuk membuktikan bahwa keputusan mengikuti jejak Pjanic di Turin merupakan pilihan tepat.

Sumber: beIN SPORTS