Paul Pogba dan Perjalanan Karier yang Berubah dari Gemilang Jadi Penuh Masalah

Paul Pogba dan Perjalanan Karier yang Berubah dari Gemilang Jadi Penuh Masalah
Debut Paul Pogba saat AS Monaco duel lawan PSG di pentas Ligue 1 2025/2026, Sabtu (29/11/2025). (c) Dok. AS Monaco X

Nexify - Paul Pogba pernah berada di puncak sepak bola dunia sebelum kariernya berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. Dari pemain termahal dunia hingga juara Piala Dunia 2018, gelandang asal Prancis itu kini berada dalam ketidakpastian setelah masa singkatnya bersama AS Monaco.

Pogba baru berusia 33 tahun, tetapi masa depannya sebagai pemain profesional kembali dipertanyakan. Kontraknya dengan Monaco sedang dalam pembahasan untuk dihentikan setelah ia hanya tampil enam kali pada musim 2025/2026.

Perjalanan Pogba dipenuhi pencapaian besar bersama Juventus, Manchester United, dan Timnas Prancis. Namun, cedera berkepanjangan, hubungan yang tidak harmonis dengan pelatih, serta hukuman larangan bermain karena kasus doping membuat kariernya perlahan kehilangan arah.

Masa Keemasan di Juventus

Pogba meninggalkan Manchester United untuk bergabung dengan Juventus secara gratis pada 2012 setelah hanya mencatatkan tujuh penampilan bersama tim utama. Keputusan tersebut segera terbukti tepat karena ia berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia di Turin.

Dalam empat musim pertamanya, Pogba membantu Juventus meraih empat gelar Serie A dan mencapai final Liga Champions 2015. Performa impresifnya membuat Manchester United kembali mengejar sang pemain dan akhirnya membayar £89,3 juta (sekitar Rp2,18 triliun) pada 2016.

Karier di Manchester United Mulai Meredup

Kembalinya Pogba ke Old Trafford sempat menghasilkan trofi Liga Europa dan Piala Liga Inggris pada musim pertamanya. Namun, hubungannya dengan Jose Mourinho memburuk dan performanya tidak pernah benar-benar kembali ke level terbaik seperti ketika memperkuat Juventus.

Kedatangan Ole Gunnar Solskjaer sempat menghidupkan kembali permainan Pogba. Ia mencatatkan 16 kontribusi gol di Premier League setelah pergantian pelatih, tetapi cedera kemudian kembali menghambat perkembangannya.

Pogba juga menjadi bagian penting Timnas Prancis ketika menjuarai Piala Dunia 2018. Ia bahkan mencetak gol dalam kemenangan atas Kroasia pada final di Moskow, tetapi momentum tersebut tidak mampu bertahan dalam jangka panjang.

Cedera dan Skorsing Mengubah Segalanya

Setelah meninggalkan Manchester United pada 2022, Pogba kembali ke Juventus dengan harapan menemukan kembali performa terbaiknya. Namun, cedera lutut hanya dua pekan setelah kepulangannya membuat musim 2022/2023 berjalan buruk dan ia hanya tampil 10 kali.

Masalah yang lebih serius muncul pada September 2023 ketika Pogba gagal dalam tes doping. Hukuman awal selama empat tahun kemudian dikurangi menjadi 18 bulan setelah banding, tetapi masa hukuman tersebut membuat kontraknya bersama Juventus akhirnya berakhir.

Monaco kemudian memberi Pogba kesempatan untuk kembali bermain pada 2025. Akan tetapi, cedera kembali mengganggu dan ia hanya tampil enam kali sebelum klub mulai membahas penghentian kontraknya.

Ke Mana Pogba Akan Melangkah?

Jika kontraknya dengan Monaco resmi berakhir, Pogba akan berstatus bebas transfer untuk keempat kalinya dalam karier profesionalnya. Pilihan di Eropa tampak terbatas sehingga Major League Soccer atau Saudi Pro League dapat menjadi tujuan yang lebih realistis.

Kepindahan ke luar Eropa juga dapat memberikan Pogba kesempatan memulihkan kebugaran dan mendapatkan kembali ritme pertandingan tanpa beban kompetisi yang terlalu berat. Inter Miami sebelumnya pernah dikaitkan dengan sang pemain, sementara klub lain juga berpotensi tertarik karena nama besar Pogba.

Satu dekade lalu, Pogba masih dipandang sebagai salah satu gelandang paling menjanjikan di dunia. Kini, tantangan terbesarnya bukan lagi membuktikan kualitas, melainkan menemukan cara untuk mempertahankan karier profesional setelah serangkaian kemunduran yang sulit diprediksi.

Sumber: Sports Illustrated