
Nexify - Bersin, yakni reaksi alami tubuh merespons partikel asing yang masuk ke sistem pernapasan, bisa terjadi akibat gangguan bakteri, kotoran, debu, jamur, serbuk sari, atau asap. Dengan bersin, hidung melakukan pembersihan agar terhindar dari infeksi yang mungkin masuk.
Uniknya, beberapa orang merasakan nyeri dada saat bersin. Nyeri dada saat bersin dapat terjadi karena sejumlah alasan. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan penyakit, kerusakan, atau cedera di dinding dada.
Ketegangan otot merupakan penyebab umum nyeri dada saat bersin. Penyebab lain termasuk kondisi kronis seperti mulas dan masalah yang lebih serius seperti tumor.
Jika nyeri terus dirasakan, penting untuk mewaspadai gejala yang timbul. Berikut penyebab nyeri dada setelah bersin seperti dirangkum dari berbagai sumber.
Radang Selaput Dada
Radang selaput dada atau pleurisy terjadi ketika pleura, atau selaput di sekitar paru-paru, meradang atau bengkak. Dalam kasus yang serius, cairan menumpuk di antara lapisan-lapisan lapisan yang dapat memicu infeksi. Radang selaput dada menyebabkan nyeri dada yang tajam. Rasa sakit dapat memburuk saat bernapas, bersin, atau batuk.
Banyak kondisi yang dapat menyebabkan radang selaput dada seperti pneumonia bakteri, infeksi jamur, gumpalan darah, luka atau cedera dada, anemia sel sabit, kanker atau tumor, dan kondisi kronis seperti lupus.
Radang Sendi
Radang sendi di tulang rusuk bisa menyebabkan nyeri saat bersin. Costochondritis adalah jenis radang sendi di tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada. Ini juga disebut nyeri dinding dada dan sindrom costosternal.
Costochondritis menyebabkan peradangan dan pembengkakan di dada. Kadang-kadang nyeri dada ini terasa seperti serangan jantung atau kondisi jantung lainnya. Bersin bisa membuat sakit dada bertambah parah.
Ketegangan Otot
Ketegangan otot di tulang rusuk dapat menyebabkan nyeri dada. Rasa sakitnya mungkin memburuk ketika bersin atau bernapas dalam-dalam.
Ini karena otot-otot ini membantu menggerakkan tulang rusuk naik dan turun ketika bernapas. Ketegangan otot bisa terjadi akibat cedera, olahraga, atau mengangkat sesuatu yang berat.
Kerusakan atau Penyakit Tulang
Cedera, kerusakan, atau penyakit pada tulang rusuk atau sendi tulang rusuk dapat menyebabkan nyeri dada yang memburuk saat bersin.
Tak cuma rusuk, kerusakan pada tulang dada dan tulang selangka juga bisa berpengaruh. Ini karena aliran udara tiba-tiba masuk dan keluar dari dada menggerakkan tulang-tulang tulang rusuk.
Asma Alergi
Alergi dapat memicu asma pada beberapa orang. Rinitis alergi atau demam menyebabkan gejala hidung dan sinus.
Asma terutama memengaruhi paru-paru dan menyebabkan gejala nyeri dada. Asma alergi menyebabkan gejala demam dan asma, termasuk bersin, hidung beringus dan tersumbat, mata gatal, mengi, sesak, batuk, dan kelelahan.
Heartburn
Heartburn juga disebut acid reflux, atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini terjadi ketika asam dari perut bergerak naik ke tenggorokan.
Heartburn dapat menyebabkan nyeri dada yang mungkin terasa seperti masalah jantung. Kejang otot atau bersin dapat memicu asam lambung bocor ke kerongkongan yang menyebabkan nyeri dada.
Infeksi Paru-Paru
Bersin dan nyeri dada mungkin merupakan tanda infeksi paru-paru. Infeksi paru-paru memengaruhi tabung pernapasan masuk dan keluar dari paru-paru.
Pilek atau flu biasa terkadang dapat menyebabkan infeksi paru-paru. Jenis infeksi lainnya seperti bronkitis, Pneumonia dan TBC juga bisa menimbulkan rasa nyeri saat bersin.
Infeksi Sendi
Infeksi sendi tulang rusuk sendi juga dapat menyebabkan nyeri dada saat bersin. Virus, bakteri, dan jamur dapat menginfeksi sendi tulang rusuk. Virus, bakteri, dan jamur ini termasuk TBC, sifilis, san aspergillosis.
Hernia
Hernia adalah keluarnya jaringan atau organ yang tidak normal, seperti usus, melalui dinding rongga tempat normalnya berada. Misalnya, hernia hiatal terjadi jika bagian atas perut menonjol ke dada. Bersin yang keras dan jenis-jenis ketegangan lainnya bisa memperburuk hernia.
Bersin membuat otot ini bergerak tiba-tiba. Jika diafragma terluka atau secara alami lemah, hernia dapat menyebabkan nyeri dada saat bersin.
Ini kadang-kadang dapat menyebabkan nyeri dada dan gejala lainnya seperti heartburn, muntah sakit perut, dan sesak. Hernia yang lebih besar mungkin memerlukan perawatan seperti operasi.
Masalah Jantung
Nyeri dada adalah tanda peringatan utama serangan jantung dan masalah jantung lainnya. Bersin tidak akan menyebabkan nyeri dada karena serangan jantung. Namun, ini dapat memicu atau memperburuk nyeri dada jika memiliki kondisi jantung lain seperti angina.
Angina adalah sejenis nyeri dada yang terjadi ketika tidak ada cukup oksigen untuk sampai ke jantung. Angina biasanya terjadi ketika seseorang aktif secara fisik atau stres. Dalam beberapa kasus, bersin keras atau terus menerus dapat memicu nyeri dada angina. Istirahat dan pengobatan biasanya meredakan nyeri dada.
Tumor
Tumor di dinding dada, di dalam atau di sekitar paru-paru atau jantung dapat menyebabkan nyeri dada. Tumor di mana saja di dada dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam atau tumpul di satu sisi.
Nyeri dada bisa bertambah parah dengan bersin dan menguap. Gejala lain termasuk batuk, sulit bernafas, dan cairan di paru-paru.
Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Anugerah Ayu Sendari/Editor: Rizki Mandasari/Dipublikasi: 23 Desember 2019
Baca Juga:
- Ragam Manfaat Biji Nangka untuk Kesehatan Tubuh
- Ada Keanehan dalam Rumor Kepindahan Erling Braut Haaland ke Juventus, Apa Itu?
- Manfaat Putih Telur untuk Kesehatan Tubuh dan Kecantikan Kulit
- Deretan 5 Rekor Bulu Tangkis Paling Bergengsi pada 2019
- Al-Duhail Lebih Baik untuk Mandzukic ketimbang Manchester United, Ini Alasannya
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 19 Agustus 2026 14:2029 Menit Yan Diomande, Indikasi Positif untuk Real Madrid
-
Voli 19 Agustus 2026 13:34Daftar 18 Pemain Timnas Voli Putra Indonesia untuk Hadapi Kamboja
-
Voli 19 Agustus 2026 13:24Timnas Voli Putra Indonesia Uji Kekuatan Kamboja Jelang Asian Games 2026
-
Liga Italia 19 Agustus 2026 13:01Diogo Dalot Berharap Rafael Leao Bertahan di AC Milan
-
Liga Spanyol 19 Agustus 2026 12:27Real Madrid Masih Mencari Pengganti Toni Kroos di Lini Tengah
BERITA LAINNYA
-
lain lain 15 Agustus 2026 08:00Biar Pede dari Menit Pertama, Ini Strategi Grooming Simpel buat Pria Aktif
-
lain lain 14 Agustus 2026 15:04Tiktoker Bali Pembajak BYON di Vidio Jadi Tersangka, Vidio Tegaskan Zero Tolerance
-
lain lain 12 Agustus 2026 17:23Hobi Nonton Film Kini Bisa Jadi Konten Kreator lewat Moviefluencer
-
lain lain 11 Agustus 2026 15:15Sport Enthusiast Wajib Tahu, Begini Cara Tetap Fresh Setelah Main Bola dan Futsal
SOROT
-
Liputan6 19 Agustus 2026 14:00Pria Bugil Mengamuk di Lenteng Agung Dipastikan Bukan ODGJ
-
Liputan6 19 Agustus 2026 13:32Miris Pengantin Pesanan China, Begini Modusnya
-
Liputan6 19 Agustus 2026 13:07Polri Ungkap Kendala Pulangkan Pendakwah SAM dari Mesir
-
Liputan6 19 Agustus 2026 12:07Sindikat Pengantin Pesanan China Terbongkar, Dua Orang Jadi Tersangka
-
Liputan6 19 Agustus 2026 11:27Polisi Ungkap Lokasi Dugaan Pencabulan Pendakwah SAM, dari Purbalingga hingga Mesir
-
Liputan6 19 Agustus 2026 10:09Jerit Warga Manggarai Timur 5 Hari Belum Dapat Bantuan: Kami Sudah Tak Berdaya
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
























