Real Madrid Masih Mencari Pengganti Toni Kroos di Lini Tengah

Real Madrid Masih Mencari Pengganti Toni Kroos di Lini Tengah
Gelandang anyar Real Madrid, Bernardo Silva (c) Real Madrid CF

Nexify - Real Madrid masih mencari formula terbaik di lini tengah setelah Toni Kroos pensiun. Kehilangan gelandang asal Jerman itu membuat Madrid kehilangan sosok yang mampu mengatur tempo, mengalirkan bola, dan membuka pertahanan lawan melalui umpan progresif.

Kroos pada musim terakhirnya mampu melepaskan lebih dari 100 umpan per 90 menit di La Liga dengan akurasi hampir 95 persen. Sebagai perbandingan, gelandang Madrid dengan jumlah umpan terbanyak musim lalu adalah Aurelien Tchouameni dengan 65,5 percobaan per 90 menit.

Kepergian Luka Modric semakin memperbesar kebutuhan tersebut. Madrid kini harus menemukan pemain yang bukan hanya rajin mengoper, tetapi juga memahami kapan harus mempercepat permainan, mempertahankan penguasaan bola, atau mengirim umpan langsung ke lini depan.

Bukan Sekadar Pengumpan Cepat

Kroos bukan pengatur tempo hebat hanya karena sering memainkan bola dengan satu sentuhan. Data menunjukkan persentase umpan satu sentuh Kroos pada musim terakhirnya justru lebih rendah dibandingkan Tchouameni dan Federico Valverde musim lalu.

Pengatur tempo ideal harus mampu membaca situasi pertandingan. Keputusan untuk mempercepat atau memperlambat permainan bergantung pada skor, posisi rekan setim, ruang yang tersedia, serta tekanan dari lawan.

Madrid Kekurangan Umpan Pemecah Garis

Persoalan lain berada pada kemampuan memberikan umpan yang memecah garis pertahanan. Analisis Driblab menunjukkan tidak ada gelandang Madrid yang masuk 20 besar lima liga top Eropa dalam kategori tersebut musim lalu.

Vitinha menjadi pemimpin dengan lebih dari 10 umpan pemecah garis per 90 menit. Angelo Stiller dan Adam Wharton juga memiliki angka tinggi, sedangkan Martin Zubimendi dan Alexis Mac Allister justru berada di bawah Tchouameni dalam aspek tersebut.

Arda Guler Bisa Jadi Jawaban

Madrid tidak harus langsung mencari pengganti Kroos di bursa transfer. Arda Guler memiliki lebih dari enam umpan pemecah garis per 90 menit musim lalu meski bermain lebih banyak di posisi yang lebih maju.

Kemampuan umpan panjang Guler juga menarik dengan akurasi 71,1 persen. Jika ditempatkan lebih dalam, pemain Turki itu berpeluang memiliki lebih banyak ruang untuk mengatur serangan dan mengirim umpan diagonal kepada Vinicius Junior.

Aleix Garcia Jadi Opsi Cadangan

Bernardo Silva juga dapat menjadi alternatif internal, meski pengalamannya sebagai gelandang yang bermain lebih dalam masih terbatas. Jika kedua opsi tersebut tidak berjalan sesuai harapan, Aleix Garcia dapat menjadi solusi yang lebih dekat dengan karakter Kroos.

Garcia mampu menyelesaikan lebih dari enam umpan panjang per 90 menit musim lalu dan memiliki akurasi umpan jauh 76,7 persen. Ia juga dikenal mampu mengatur tempo sekaligus mengubah arah serangan melalui distribusi jarak jauh.

Menemukan pengganti persis Kroos hampir mustahil karena kualitasnya mencakup pengaturan tempo, umpan pemecah garis, dan distribusi jarak jauh. Oleh karena itu, Madrid mungkin lebih realistis membangun kombinasi beberapa pemain dengan kemampuan berbeda daripada mencari satu sosok yang harus meniru seluruh karakter Kroos.

Sumber: Managing Madrid