Cerita Agen BRILink di Malang Selamatkan Teman dari Penipuan Bermodus Hadiah Rp10 Juta Mengatasnamakan Raffi Ahmad

Cerita Agen BRILink di Malang Selamatkan Teman dari Penipuan Bermodus Hadiah Rp10 Juta Mengatasnamakan Raffi Ahmad
Yesi Kristiningsih, Agen BRILink di Malang (c) Asad Arifin

Nexify - Kediaman Yesi Kristiningsih di Perumahan Panorama Garden, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang cukup ramai saat ditemui pada awal Juni 2026 lalu. Banyak orang silih berganti masuk ke rumah yang sekaligus jadi tempat usaha perempuan berusia 34 tahun itu.

Di rumahnya, Yesi Kristiningsih membuka toko sederhana yang melayani kebutuhan sehari-hari. Selain itu, Yesi juga membuka layanan perbankan bagi masyarakat yakni Agen BRILink.

"Maaf kalau ada banyak 'iklan' yang datang ke sini," ujar Yesi sambil tersenyum setelah melayani pelanggan melakukan transfer dengan nilai Rp150 ribu.

Yesi lantas mulai bercerita bagaimana dia memulai usaha toko kelontong dan Agen BRILink. Usaha ini dimulai pada 2020. Sebelum menjadi Agen BRILink, dia lebih dulu menjadi nasabah BRI yang memanfaatkan fasilitas permodalan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Modalnya untuk jadi Agen BRILink sekitar Rp4 juta. Modal itu untuk dipakai kalau ada yang tarik tunai atau apa. Jadi, uang itu kita pegang sendiri dipakai kalau ada transaksi," kata Yesi.

Di Desa Sukodadi, keberadaan Agen BRILink memiliki peran penting karena akses menuju ATM maupun kantor bank relatif jauh. Kehadiran layanan tersebut memudahkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi perbankan tanpa harus bepergian ke pusat kota.

Sebagai Agen BRILink, Yesi melayani berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari tarik tunai, setor tunai, transfer antarbank, pembayaran tagihan listrik, pembelian pulsa, pembayaran internet, hingga layanan perbankan lainnya.

Bantu Teman Selamat dari Penipuan

Yesi Kristiningsih, Agen BRILink di Malang, saat sedang melayani warga yang melakukan transaksi (c) Asad ArifinYesi Kristiningsih, Agen BRILink di Malang, saat sedang melayani warga yang melakukan transaksi (c) Asad Arifin

Hampir enam tahun menjalani peran sebagai Agen BRILink, Yesi mengaku mendapatkan banyak pengalaman. Salah satu yang paling berkesan adalah saat berhasil membantu temannya terhindar dari dugaan penipuan yang dilakukan melalui media sosial Facebook.

Menurut Yesi, temannya sempat menerima pesan dari akun Facebook yang mencatut nama Raffi Ahmad. Akun tersebut mengirim pesan bahwa korban mendapatkan hadiah uang sebesar Rp10 juta.

Namun, untuk mencairkan hadiah itu, korban diminta terlebih dahulu mentransfer uang sebesar Rp300 ribu. Korban lantas datang ke tempat Yesi untuk mengirim uang ke sang penipu sebagai syarat untuk mendapatkan hadiah undian Rp10 juta.

"Teman saya itu cerita dan minta dibantu untuk cek saldo dan transfer. Tapi, saya bilang untuk tunggu dulu. Lalu, karena di grup Agen BRILink banyak informasi modus penipuan seperti itu, saya kasih informasi pelan-pelan," ujarnya.

Berkat penjelasan yang diberikan Yesi, temannya akhirnya mengurungkan niat untuk mengirim uang kepada pelaku. Ia berhasil diyakinkan bahwa hadiah yang dijanjikan tersebut merupakan bagian dari modus penipuan.

"Banyak kasus seperti itu. Ada yang dari Facebook, pakai nama artis seperti Raffi Ahmad. Juga dari WhatsApp. Biasanya yang jadi korban ngotot, tapi kita jelaskan dengan baik lama-lama juga sadar," kata Yesi.

Ana, salah satu warga yang memanfaatkan jasa Yesi sebagai Agen BRILink mengaku sangat terbantu. Dia sering bertanya pada Yesi ketika mendapat pesan masuk tentang undian berhadiah. Dia melakukan konfirmasi apakah hadiah yang didapatkan itu benar.

"Kalau dapat hadiah uang itu kadang kita lepas kendali. Terlalu senang sehingga percaya saja. Tapi, dengan keberadaan Agen BRILink, kita seperti ada pengingat. Tidak langsung asal transfer saja," ucap Ana.

Apresiasi dari BRI untuk Agen BRILink

Apresiasi dari BRI untuk Agen BRILink

Gambar ilustrasi agen BRILink (c) Gambar dibuat AI/ChatGPT

Ivan Andrea, Regional Business Support Head BRI Region 13 Malang, mengatakan bahwa peran Agen BRILink tidak hanya sebagai perpanjangan layanan perbankan BRI hingga pelosok desa. Agen BRILink juga sebagai mitra edukasi keuangan yang membantu meningkatkan literasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan perbankan.

"Kami mengapresiasi langkah Ibu Yesi Kristiningsih yang tidak hanya memberikan layanan transaksi kepada masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian dengan membantu mengedukasi warga agar terhindar dari modus penipuan yang mengatasnamakan tokoh publik maupun pihak tertentu," buka Ivan Andrea.

"Kisah ini menunjukkan bahwa Agen BRILink memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendekatkan layanan keuangan sekaligus meningkatkan literasi dan keamanan bertransaksi di masyarakat," sambungnya.

BRI sendiri secara konsisten memberikan edukasi pada nasabah dan masyarakat secara umum tentang kejahatan digital. Ada banyak metode yang dilakukan. Selain lewat kegiatan sosialisasi, unggahan media sosial, BRI juga menggandeng mitra terpercaya seperti Agen BRILink.

"Keberhasilan Ibu Yesi membantu mencegah potensi penipuan ini menjadi contoh nyata bagaimana keberadaan Agen BRILink tidak hanya memberikan kemudahan akses layanan keuangan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat," kata Ivan Andrea.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran hadiah, undian, maupun permintaan transfer sejumlah uang dengan iming-iming tertentu. Apabila menerima informasi yang mencurigakan, masyarakat dapat melakukan konfirmasi melalui kanal resmi BRI sebelum melakukan transaksi," tutupnya.