Prancis, Spanyol, dan Sebuah Hati yang Terbagi

Prancis, Spanyol, dan Sebuah Hati yang Terbagi
Pelatih Prancis Didier Deschamps merayakan kemenangan bersama Kylian Mbappe seusai laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Maroko di Foxborough, Massachusetts, dekat Boston, Kamis, 9 Juli 2026 (c) AP Photo/Matt Slocum

Nexify - Duel Prancis vs Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita emosional dari sosok legendaris Luis Fernandez. Laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB itu membuat hatinya terbagi antara dua negara yang membentuk perjalanan hidupnya.

Luis Fernandez lahir di Spanyol, tetapi tumbuh besar di Prancis setelah pindah bersama keluarganya saat berusia lima tahun. Mantan gelandang berusia 66 tahun itu kemudian menjadi bagian penting tim nasional Prancis yang menjuarai Piala Eropa 1984.

Ikatan tersebut membuat pandangannya terhadap duel Prancis vs Spanyol terasa berbeda dibandingkan kebanyakan pengamat sepak bola. Ia mengaku tetap memiliki kedekatan emosional dengan Spanyol meski selalu menempatkan Prancis sebagai prioritas.

Pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih membuat penilaiannya terhadap kedua tim memiliki bobot tersendiri. Fernandez berharap pertandingan nanti berlangsung menarik dan meninggalkan kesan mendalam bagi pencinta sepak bola.

Prancis Tetap Menjadi Pilihan Utama

Prancis Tetap Menjadi Pilihan Utama

Pemain Spanyol Lamine Yamal merayakan gol bersama rekan setimnya Rodri, kiri, setelah mencetak gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026 (c) AP Photo/Erik S.Lesser

Fernandez menegaskan dirinya selalu menganggap Prancis sebagai rumah karena memperoleh kesempatan membangun kehidupan di negara tersebut. Ia juga pernah membela Les Bleus sehingga identitasnya sangat lekat dengan tim nasional Prancis.

"Saya selalu mengatakan bahwa saya menganggap diri saya orang Prancis terlebih dahulu karena saya pernah membela Les Bleus dan memiliki kewarganegaraan Prancis," ujarnya. Meski demikian, ia mengakui Spanyol akan selalu memiliki tempat khusus karena masih memiliki banyak keluarga di sana.

Percaya Les Bleus Mampu Juara

Menurut Fernandez, performa Prancis sepanjang turnamen sangat meyakinkan di berbagai lini. Ia menilai Kylian Mbappe tampil sebagai kapten yang memberikan contoh melalui kerja keras dan kualitas permainan.

Fernandez juga mengapresiasi kontribusi Ousmane Dembele, Bradley Barcola, serta para pemain depan lainnya yang tampil efektif. Baginya, komposisi lini tengah hingga pertahanan membuat Prancis memiliki peluang besar mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Tetap Mengagumi Identitas Permainan Spanyol

Walau menjagokan Prancis, Fernandez tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap sepak bola Spanyol. Ia menikmati tradisi permainan lini tengah yang terus terjaga dari generasi ke generasi.

Fernandez juga memberikan apresiasi kepada Luis de la Fuente yang berhasil membentuk tim kompetitif. Ia menilai Spanyol tetap memiliki karakter permainan atraktif berkat kualitas para gelandang yang mampu mengendalikan tempo pertandingan.

Mbappe Dinilai Unggul atas Lamine Yamal

Fernandez menilai Mbappe sedang berada dalam performa terbaik dan memperlihatkan kepemimpinan yang kuat di lapangan. Ia percaya penyerang Prancis itu memiliki peluang besar membawa negaranya kembali menjadi juara dunia.

Di sisi lain, Lamine Yamal dinilai masih belum mencapai performa terbaiknya meski memiliki potensi luar biasa. Fernandez berharap Prancis vs Spanyol berlangsung terbuka, penuh peluang, serta menghadirkan sepak bola berkualitas dengan semangat saling menghormati.

Sumber: FIFA