
Nexify - Pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli mengaku ragu akan rencana kepulangan skuad ke negaranya seusai Piala Konfederasi, menyusul terus berlangsungnya protes di Brasil.
Demonstrasi warga setempat yang menuntut ditiadakannya kejuaraan sepakbola di Brasil masih berlangsung dalam jumlah besar. Protes dilancarkan, setelah kejuaraan yang digagas FIFA dinilai tidak mendatangkan keuntungan bagi rakyat.
Sementara itu kecemasan juga melanda para kontestan turnamen, termasuk Gli Azzurri, yang dini hari tadi dikalahkan Spanyol lewat adu penalti. Namun mereka belum akan kembali ke Eropa lebih awal, karena masih akan memperebutkan tempat ketiga bersama Uruguay.
Dengan situasi saat ini, Prandelli cukup cemas dengan adanya kemungkinan molornya jadwal kepulangan skuad ke Italia. Ia pun menyatakan dukungannya pada demonstrasi, asal dengan cara yang tidak merugikan.
"Pulang ke rumah bukanlah sesuatu yang sedang kami pikirkan. Namun selama waktu kami di Brasil, situasi telah banyak berubah sejak kami bisa mengunjungi kota tanpa masalah. Kini kami dilarang untuk meninggalkan hotel," ujar Prandelli cemas.
"Semua demonstrasi damai yang bisa membantu pembenahan sebuah negara akan disambut baik. Namun jika mereka mulai rusuh, maka mereka membuat kami khawatir. Ada banyak sekali orang, sulit untuk mengendalikannya." [initial]
Demonstrasi warga setempat yang menuntut ditiadakannya kejuaraan sepakbola di Brasil masih berlangsung dalam jumlah besar. Protes dilancarkan, setelah kejuaraan yang digagas FIFA dinilai tidak mendatangkan keuntungan bagi rakyat.
Sementara itu kecemasan juga melanda para kontestan turnamen, termasuk Gli Azzurri, yang dini hari tadi dikalahkan Spanyol lewat adu penalti. Namun mereka belum akan kembali ke Eropa lebih awal, karena masih akan memperebutkan tempat ketiga bersama Uruguay.
Dengan situasi saat ini, Prandelli cukup cemas dengan adanya kemungkinan molornya jadwal kepulangan skuad ke Italia. Ia pun menyatakan dukungannya pada demonstrasi, asal dengan cara yang tidak merugikan.
"Pulang ke rumah bukanlah sesuatu yang sedang kami pikirkan. Namun selama waktu kami di Brasil, situasi telah banyak berubah sejak kami bisa mengunjungi kota tanpa masalah. Kini kami dilarang untuk meninggalkan hotel," ujar Prandelli cemas.
"Semua demonstrasi damai yang bisa membantu pembenahan sebuah negara akan disambut baik. Namun jika mereka mulai rusuh, maka mereka membuat kami khawatir. Ada banyak sekali orang, sulit untuk mengendalikannya." [initial]
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 11:15Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026, 15-16 Juli 2026
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 11:00Man of the Match Argentina vs Swiss: Julian Alvarez
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 12 Juli 2026 11:15Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026, 15-16 Juli 2026
-
piala dunia 12 Juli 2026 11:00Man of the Match Argentina vs Swiss: Julian Alvarez
SOROT
-
Liputan6 12 Juli 2026 08:04
Daftar BUMN Penggarap 5 Bendungan yang Diresmikan Prabowo
-
Liputan6 12 Juli 2026 01:15Bahlil ke Kader Golkar: Jangan Jadi ABS, Berani Koreksi Pemerintah
-
Liputan6 12 Juli 2026 00:28Bahlil Jagokan Wihaji Pimpin MKGR: Saya Kenal Sejak Sama-Sama Susah
-
Liputan6 11 Juli 2026 22:4426 Negara Hadiri KAA 2026, Ada Agenda Khusus untuk Palestina
-
Liputan6 11 Juli 2026 21:5510 Orang Lapor, USU Panggil Terduga Pelaku Pelecehan
MOST VIEWED
17 Pemain Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia 2026 karena Kartu Kuning: Dari Michael Olise hingga Declan Rice
Andrey Santos OTW Manchester, Hari Ini Tes Medis di MU
Loh! Manchester United Putuskan Batal Rekrut Ederson!
Norwegia vs Inggris: Head to Head Jelang Duel di Perempat Final Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















