
Nexify - Posisi Imam Nahrawi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), tengah diguncang. Pemicunya lantaran ia membentuk Tim Sembilan yang berbiaya Rp 2 miliar.
Koordinator Forum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, Gusti Randa, mengatakan bakal meminta kepada Presiden Joko Widodo dan Komisi X DPR RI untuk mengevaluasi kapabilitas Imam dan segera menggantinya jauh hari sebelum pelaksanaan SEA Games 2015 dan Asian Games 2018.
Menurut Gusti, Menpora Imam telah mengeluarkan pernyataan yang provokatif serta diskriminatif akibat minimnya pengetahuan, wawasan, dan pengalamannya terhadap sepakbola.
Khususnya, masih dikatakan Gusti, tentang komentar rencana pembekuan PSSI tanpa mengetahui arti dan dampak pembekuan bagi sepakbola Indonesia.
"Langkah Menpora membuat Tim Sembilan dan sebagainya, merupakan langkah mundur bagi organisasi PSSI dan sepakbola itu sendiri. Apalagi, Menpora juga tidak memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan dan kemajuan olahraga, khususnya sepakbola," tegas Gusti Randa.
"Selain itu, Menpora Imam juga tidak berkonsultasi dengan KONI dan KOI. Dengan alasan-alasan tersebut, Imam tidak qualified sebagai Menpora," imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, pembentukan Tim Sembilan membuat Asprov PSSI dari ujung Barat dan Timur, menjadi resah, gelisah dan tidak suka dengan sikap Menpora. Karena itu, Tim Sembilan harus dibubarkan dan dicabut SK-nya.
"PSSI tidak boleh dicampuri pihak-pihak luar. Sebab, pemilik sah PSSI adalah anggotanya. Lebih baik, Tim Sembilan dan Menpora Imam mengurusi cabang olahraga lainnya. Apalagi, dana Rp 2 miliar bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas dan pembinaan," pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Koordinator Forum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, Gusti Randa, mengatakan bakal meminta kepada Presiden Joko Widodo dan Komisi X DPR RI untuk mengevaluasi kapabilitas Imam dan segera menggantinya jauh hari sebelum pelaksanaan SEA Games 2015 dan Asian Games 2018.
Menurut Gusti, Menpora Imam telah mengeluarkan pernyataan yang provokatif serta diskriminatif akibat minimnya pengetahuan, wawasan, dan pengalamannya terhadap sepakbola.
Khususnya, masih dikatakan Gusti, tentang komentar rencana pembekuan PSSI tanpa mengetahui arti dan dampak pembekuan bagi sepakbola Indonesia.
"Langkah Menpora membuat Tim Sembilan dan sebagainya, merupakan langkah mundur bagi organisasi PSSI dan sepakbola itu sendiri. Apalagi, Menpora juga tidak memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan dan kemajuan olahraga, khususnya sepakbola," tegas Gusti Randa.
"Selain itu, Menpora Imam juga tidak berkonsultasi dengan KONI dan KOI. Dengan alasan-alasan tersebut, Imam tidak qualified sebagai Menpora," imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, pembentukan Tim Sembilan membuat Asprov PSSI dari ujung Barat dan Timur, menjadi resah, gelisah dan tidak suka dengan sikap Menpora. Karena itu, Tim Sembilan harus dibubarkan dan dicabut SK-nya.
"PSSI tidak boleh dicampuri pihak-pihak luar. Sebab, pemilik sah PSSI adalah anggotanya. Lebih baik, Tim Sembilan dan Menpora Imam mengurusi cabang olahraga lainnya. Apalagi, dana Rp 2 miliar bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas dan pembinaan," pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
- 'Pembentukan Tim Sembilan Bukan Intervensi Pada PSSI'
- Suporter Madura Pertanyakan Sikap PSSI
- Tim Sembilan Diharapkan Bisa Benahi Sepakbola Indonesia
- 18 April, PSSI Pilih Ketum Baru di Surabaya
- Jika Terjadi Ricuh PSSI Lagi, Menpora Harus Mundur
- Roy Suryo Sebut Ada Settingan untuk Merusak PSSI
- Roy Suryo: Pembentukan Tim Sembilan Tidak Relevan
- Roy Suryo Sesalkan Imam Nahrawi Tidak Hadiri Kongres PSSI
- Anggaran Tim Sembilan Kemenpora Bertentangan dengan Efisiensi
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 11:00Baru Cetak Satu Gol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal: Bodo Amat!
-
Liga Inggris 11 Juli 2026 09:30Arsenal Capai Kesepakatan Pribadi dengan Bintang Timnas Brasil Ini
BERITA LAINNYA
-
indonesia 10 Juli 2026 19:23Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
-
indonesia 10 Juli 2026 17:37Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
-
indonesia 10 Juli 2026 16:58Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
SOROT
-
Liputan6 11 Juli 2026 10:45KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan
-
Liputan6 11 Juli 2026 09:38Bupati Gowa Pastikan Hadiri Sidang Pansus Hak Angket
-
Liputan6 11 Juli 2026 00:40Prabowo: Hukum Bukan Untuk Orang Kuat dan Kaya Saja
-
Liputan6 11 Juli 2026 00:33Polri Periksa 15 Saksi Kasus Korupsi, 2 Orang dari Rumah Jampidsus
-
Liputan6 10 Juli 2026 23:06Daftar Barang Bukti Disita Polisi dari 12 Lokasi Penggeledahan
-
Liputan6 10 Juli 2026 22:27Polisi Tak Tampilkan Foto Hasil Geledah Rumah Sentul, Ini Alasannya
MOST VIEWED
Dewa United Resmi Lepas 10 Pemain: Dari Stefano Lilipaly hingga Jaja
Cahya Supriadi Bertekad Rebut Tempat di Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
Festival Grassroots Piala Presiden 2026 Diharapkan Jadi Fondasi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Pelatih Ungkap Alasan Persib Bandung Terus Buru Pemain Baru
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

























