
Nexify - Pembukaan Open Tournament Gubernur Cup 2012 harus diwarnai keributan. Namun, terjadinya bukan di dalam, melainkan di luar lapangan pertandingan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta, Jumat (29/6) petang.
Pemicunya, sikap panitia penyelenggara internal Lapas Kelas I Cipinang yang memberlakukan peraturan ekstra ketat terhadap wartawan.
Diterangkan Direktur Media PSSI, Tommy Rusihan Arief, perlakuan petugas Lapas atas instruksi Kalapas Endang Sudirman terhadap wartawan sudah melampaui kepatutan. Wartawan yang diundang untuk meliput justru dianggap sebagai pihak yang dapat memberikan ancaman terhadap keamanan pertandingan.
"Ini sangat aneh dan menyebalkan. Bayangkan, barang bawaan kami diperiksa ekstra ketat. Kamera, telepon genggam dan laptop tidak boleh dibawa masuk. Tentunya, ini merupakan bentuk pelecehan terhadap tugas wartawan dan merupakan tindakan melawan undang-undang. Ini sangat berlebihan," tandas Tommy kepada Nexify.
Menurut Tommy, akibat Kalapas Cipinang berulah, PSSI tidak lagi bertanggungjawab terhadap keabsahan turnamen yang berlangsung 29 Juni hingga 31 Juli 2012 tersebut.
"Semula, Kalapas yang meminta bantuan kepada PSSI untuk membantu melakukan pembinaan terhadap warganya. Sebab, setelah menjadi warga binaan, bagi mereka yang berpotensi dapat dibantu PSSI untuk mengembangkan potensinya di klub-klub sepak bola, baik amatir atau profesional," ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Tommy, dalam pertemuan teknis pada 7 Juni lalu, Kalapas Endang Sudirman menyatakan prosedur masuk keluarnya wartawan akan diberlakukan secara baik. Ternyata, lanjutnya, pernyataan Kalapas berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan.
"Kami datang ke sini untuk meliput pertandingan sepak bola karena diundang. Kami tidak mendapat kebanggaan apa pun untuk masuk ke sini. Kalapas jangan arogan seperti itu," tukasnya.
"Karena peristiwa ini, tiga tim peserta, Pewarta PSSI, Maluku Utara Selection, dan PSSI Selection menyatakan mundur," tuntasnya. (esa/gia)
Pemicunya, sikap panitia penyelenggara internal Lapas Kelas I Cipinang yang memberlakukan peraturan ekstra ketat terhadap wartawan.
Diterangkan Direktur Media PSSI, Tommy Rusihan Arief, perlakuan petugas Lapas atas instruksi Kalapas Endang Sudirman terhadap wartawan sudah melampaui kepatutan. Wartawan yang diundang untuk meliput justru dianggap sebagai pihak yang dapat memberikan ancaman terhadap keamanan pertandingan.
"Ini sangat aneh dan menyebalkan. Bayangkan, barang bawaan kami diperiksa ekstra ketat. Kamera, telepon genggam dan laptop tidak boleh dibawa masuk. Tentunya, ini merupakan bentuk pelecehan terhadap tugas wartawan dan merupakan tindakan melawan undang-undang. Ini sangat berlebihan," tandas Tommy kepada Nexify.
Menurut Tommy, akibat Kalapas Cipinang berulah, PSSI tidak lagi bertanggungjawab terhadap keabsahan turnamen yang berlangsung 29 Juni hingga 31 Juli 2012 tersebut.
"Semula, Kalapas yang meminta bantuan kepada PSSI untuk membantu melakukan pembinaan terhadap warganya. Sebab, setelah menjadi warga binaan, bagi mereka yang berpotensi dapat dibantu PSSI untuk mengembangkan potensinya di klub-klub sepak bola, baik amatir atau profesional," ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Tommy, dalam pertemuan teknis pada 7 Juni lalu, Kalapas Endang Sudirman menyatakan prosedur masuk keluarnya wartawan akan diberlakukan secara baik. Ternyata, lanjutnya, pernyataan Kalapas berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan.
"Kami datang ke sini untuk meliput pertandingan sepak bola karena diundang. Kami tidak mendapat kebanggaan apa pun untuk masuk ke sini. Kalapas jangan arogan seperti itu," tukasnya.
"Karena peristiwa ini, tiga tim peserta, Pewarta PSSI, Maluku Utara Selection, dan PSSI Selection menyatakan mundur," tuntasnya. (esa/gia)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 18 Juni 2022 22:11Arema FC Women Juara Piala Gubernur DKI Jakarta 2022
-
Bola Indonesia 29 Juli 2015 20:02Asprov PSSI DKI Jakarta Gelar Piala Gubernur DKI Jakarta
-
Bola Indonesia 29 April 2014 15:06Kit Futsalismo 2014 Bawa Pemenang ke Thailand
-
Bolatainment 27 Maret 2013 18:30KONI Pusat Juara Futsal HUT Jasa Marga
-
Bola Indonesia 30 Juni 2012 07:09Lapas Cipinang Gelar Gubernur Cup 2012, Diwarnai Keributan
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 11:00Baru Cetak Satu Gol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal: Bodo Amat!
BERITA LAINNYA
-
indonesia 10 Juli 2026 19:23Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
-
indonesia 10 Juli 2026 17:37Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
-
indonesia 10 Juli 2026 16:58Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
SOROT
-
Liputan6 11 Juli 2026 12:08Rincian Uang Diterima Bupati Sukoharjo dari Peras Anak Buah
-
Liputan6 11 Juli 2026 11:44Kode Bupati Sukoharjo Peras Anak Buah: Samakan dengan Bapak
-
Liputan6 11 Juli 2026 10:45KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan
-
Liputan6 11 Juli 2026 09:38Bupati Gowa Pastikan Hadiri Sidang Pansus Hak Angket
-
Liputan6 11 Juli 2026 00:40Prabowo: Hukum Bukan Untuk Orang Kuat dan Kaya Saja
-
Liputan6 11 Juli 2026 00:33Polri Periksa 15 Saksi Kasus Korupsi, 2 Orang dari Rumah Jampidsus
MOST VIEWED
Dewa United Resmi Lepas 10 Pemain: Dari Stefano Lilipaly hingga Jaja
Cahya Supriadi Bertekad Rebut Tempat di Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
Festival Grassroots Piala Presiden 2026 Diharapkan Jadi Fondasi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Pelatih Ungkap Alasan Persib Bandung Terus Buru Pemain Baru
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

























