
Nexify - Kemenangan Skotlandia atas Haiti membuka peluang besar bagi mereka untuk lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Jika berhasil, itu akan menjadi kali pertama Skotlandia melewati fase grup sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di turnamen tersebut.
Namun, format baru Piala Dunia yang kini diikuti 48 tim membuat ukuran keberhasilan menjadi lebih rumit. Dalam beberapa kasus, lolos ke babak 16 besar justru belum tentu lebih baik dibanding pencapaian generasi sebelumnya ketika jumlah peserta jauh lebih sedikit.
Situasi itu tidak hanya dialami Skotlandia. Banyak negara peserta Piala Dunia 2026 menghadapi dilema serupa saat mencoba membandingkan prestasi mereka saat ini dengan sejarah yang telah mereka ukir sebelumnya.
Juara Dunia Masih Punya Target Baru

Tujuh negara peserta Piala Dunia 2026 pernah merasakan gelar juara dunia, yakni Brasil, Jerman, Argentina, Prancis, Uruguay, Inggris, dan Spanyol.
Meski sudah pernah mencapai puncak, beberapa negara masih memiliki target sejarah yang belum pernah dicapai. Inggris, misalnya, belum pernah menjuarai Piala Dunia di luar negaranya sendiri setelah sukses pada 1966.
Uruguay dan Prancis juga memiliki tantangan serupa. Keduanya belum pernah mengangkat trofi di luar benua asal masing-masing.
Sementara itu, Argentina datang sebagai juara bertahan dan berusaha mempertahankan gelar untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Sebelumnya, hanya Italia dan Brasil yang mampu mempertahankan status juara dunia secara beruntun.
Di bawah kelompok juara dunia terdapat negara-negara yang pernah menjadi finalis tanpa berhasil mengangkat trofi. Kroasia, Belanda, Swedia, serta Republik Ceko yang meraih prestasi tersebut saat masih bernama Cekoslowakia, masuk dalam kategori ini.
Semifinalis dan Negara yang Pernah Hampir Menyentuh Final

Austria, Belgia, Portugal, dan Turki memiliki pencapaian terbaik berupa finis di posisi ketiga. Meski pertandingan perebutan tempat ketiga sering dianggap kurang bergengsi, catatan tersebut tetap menunjukkan bahwa mereka pernah mencapai empat besar dunia.
Amerika Serikat menempati kategori yang unik. Mereka pernah mengakhiri turnamen sebagai tim peringkat ketiga bersama pada masa awal penyelenggaraan Piala Dunia, sebuah status yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan dalam pencatatan sejarah.
Sementara itu, Korea Selatan dan Maroko sama-sama pernah mencapai semifinal sebelum akhirnya finis di posisi keempat. Korea Selatan melakukannya pada 2002, sedangkan Maroko menciptakan sejarah bagi Afrika pada 2022.
Prestasi kedua negara itu masih menjadi pencapaian terbaik yang pernah diraih wakil Asia dan Afrika di Piala Dunia. Karena itu, mencapai semifinal kembali akan menjadi target besar bagi keduanya pada edisi 2026.
Tim yang Harus Melampaui Babak Gugur untuk Menyamai Sejarah

Kerumitan terbesar muncul pada negara-negara yang sebelumnya tampil di era ketika jumlah peserta hanya 16 tim. Dalam format lama tersebut, sekadar lolos ke putaran final sudah merupakan pencapaian yang sangat besar.
Aljazair menjadi salah satu contoh menarik. Mereka pernah mencapai babak 16 besar pada 2014 sebelum disingkirkan Jerman yang kemudian menjadi juara dunia. Untuk menyamai pencapaian itu, Aljazair tidak cukup hanya lolos dari fase grup, tetapi juga harus melewati satu putaran fase gugur.
Skotlandia menghadapi situasi serupa. Mereka pernah tampil pada Piala Dunia dengan format 16, 24, 32, hingga kini 48 peserta. Pada edisi 1974, Skotlandia bahkan gagal lolos meski tidak terkalahkan dalam grup yang berisi Brasil dan Yugoslavia. Mereka tersingkir hanya karena kalah selisih gol.
Tunisia juga memiliki kisah yang sering terlupakan. Negara Afrika Utara tersebut memang belum pernah mencapai fase gugur. Namun, mereka pernah lolos ke Piala Dunia 1978 ketika Afrika hanya mendapat satu slot. Dalam konteks zamannya, pencapaian itu dianggap sangat prestisius.
Haiti pun memiliki sejarah panjang. Mereka tampil pada Piala Dunia 1974 dan menghadapi lawan-lawan berat seperti Italia, Polandia, serta Argentina.
Kanada dan Selandia Baru Jadi Kasus Khusus

Kanada, Selandia Baru, dan Irak termasuk negara yang pernah tampil pada era Piala Dunia 24 tim. Situasi mereka sedikit berbeda dibanding negara lain.
Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 1982 setelah melewati jalur kualifikasi yang berat. Mereka bahkan finis di atas Australia pada fase awal kualifikasi sebelum mengalahkan Arab Saudi dalam play-off.
Karena format 24 tim sudah tidak digunakan lagi, Selandia Baru kini harus mencapai babak 16 besar untuk benar-benar melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya. Pada saat yang sama, mereka juga masih memburu kemenangan pertama sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Kanada menghadapi dilema yang hampir sama. Sebelum Piala Dunia 2026, mereka selalu kalah dalam enam pertandingan yang dijalani pada edisi 1986 dan 2022. Hasil imbang melawan Bosnia dan Herzegovina pada laga pembuka tahun ini menjadi pencapaian penting.
Meski demikian, secara historis, lolos sebagai satu-satunya wakil Concacaf ke Piala Dunia 1986 yang berformat 24 tim masih dianggap pencapaian yang lebih besar dibanding tampil otomatis sebagai tuan rumah pada turnamen 48 tim.
Debutan yang Diuntungkan Ekspansi Turnamen
Piala Dunia 2026 menghadirkan empat negara debutan, yaitu Tanjung Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan. Jumlah tersebut sebenarnya tidak terlalu banyak mengingat turnamen kini diikuti 48 tim.
Namun, status debutan juga tidak selalu berarti negara tersebut berada pada level terbaik dalam sejarah mereka. Uzbekistan menjadi contoh paling jelas.
Meski baru pertama kali tampil di putaran final, Uzbekistan sebenarnya pernah mendekati kelolosan pada kualifikasi Piala Dunia 2018. Saat itu mereka finis di jajaran delapan besar Asia.
Dengan kata lain, jika format 48 peserta sudah diterapkan pada 2018, Uzbekistan kemungkinan besar sudah tampil di Rusia.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa ekspansi turnamen membuat lebih banyak negara mendapatkan kesempatan bermain di Piala Dunia, tetapi tidak selalu mencerminkan peningkatan kualitas yang signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Jangan Lewatkan!
- Patrick Beach, Debutan 22 Tahun yang Jadi Tembok Australia Saat Tumbangkan Turki di Piala Dunia 2026
- Man of the Match Australia vs Turki: Nestory Irankunda
- Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
- Prediksi Piala Dunia 2026: Iran vs Selandia Baru 16 Juni 2026
- Klasemen Grup D Piala Dunia 2026 Usai Australia dan Amerika Serikat Raih Kemenangan
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 18:52Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 18:15Mohamed Salah Dibayangi Rekor Buruk Mesir di Piala Dunia
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 17:45Ditahan Maroko dan Tampil Melempem, Brazil Tidak Sebagus Itu?
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 18:52Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao
-
Otomotif 14 Juni 2026 18:18Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 18:15Mohamed Salah Dibayangi Rekor Buruk Mesir di Piala Dunia
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 14 Juni 2026 18:52Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao
-
piala dunia 14 Juni 2026 18:15Mohamed Salah Dibayangi Rekor Buruk Mesir di Piala Dunia
-
piala dunia 14 Juni 2026 17:45Ditahan Maroko dan Tampil Melempem, Brazil Tidak Sebagus Itu?
SOROT
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:43Brasil Vs Maroko: 3 Pelajaran Berharga untuk Selecao
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:33Brasil Vs Maroko: Raphinha Belum Maksimal
-
Liputan6 13 Juni 2026 22:01Daftar Hoaks Bantuan yang Mencatut Prabowo, Ada Hasil Manipulasi AI
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...





















