Stadion Terlihat Sepi, FIFA Klaim Justru Hampir Penuh: Ada Apa di Piala Dunia 2026?

Stadion Terlihat Sepi, FIFA Klaim Justru Hampir Penuh: Ada Apa di Piala Dunia 2026?
Para penonton mulai berdatangan jelang laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Sabtu, 13 Juni 2026 (c) AP Photo/Matt Slocum

Nexify - Pemandangan kursi kosong di beberapa pertandingan awal Piala Dunia 2026 memicu banyak pertanyaan dari suporter. Di media sosial maupun siaran televisi, sejumlah stadion terlihat jauh dari penuh meski FIFA melaporkan angka kehadiran yang nyaris mencapai kapasitas maksimal.

Sorotan terbesar muncul pada laga Korea Selatan melawan Republik Ceko di Guadalajara serta pertandingan Qatar kontra Swiss di Santa Clara. Dalam kedua laga tersebut, banyak area tribun tampak kosong sepanjang pertandingan.

FIFA pun memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara angka resmi kehadiran penonton dan kondisi yang terlihat langsung di stadion.

Laga Korea Selatan vs Republik Ceko Jadi Sorotan

Laga Korea Selatan vs Republik Ceko Jadi Sorotan

Pemain Republik Ceko, Patrik Schick berebut bola dengan pemain Korea Selatan, Kim Min-jae, dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2026, Jumat (12/6/2026). (c) AP Photo/Matias Delacroix

Pertandingan Korea Selatan melawan Republik Ceko pada 11 Juni di Stadion Akron, Guadalajara, menjadi salah satu contoh paling banyak dibicarakan. Korea Selatan memenangkan laga tersebut dengan skor 2-1.

Secara resmi, FIFA mencatat kehadiran 44.985 penonton dari kapasitas stadion yang mencapai 45.664 kursi. Artinya, hanya terdapat selisih 679 kursi dari kapasitas penuh.

Namun, banyak penonton dan pemirsa televisi melihat hamparan kursi kosong yang cukup besar selama pertandingan berlangsung. Area yang paling mencolok berada di sektor tribun bawah di sisi lapangan, termasuk beberapa area VIP yang merupakan kategori tiket termahal.

Sebelum turnamen dimulai, harga tiket pertandingan ini memang sempat menuai kritik. Banyak warga lokal menilai rata-rata harga tiket sekitar 500 dolar AS terlalu mahal, terutama untuk laga yang mempertemukan dua tim yang tidak termasuk unggulan utama turnamen.

Meski demikian, suporter Meksiko tetap mendominasi atmosfer stadion. Mereka diperkirakan mengisi sekitar dua pertiga jumlah penonton yang hadir, sementara sebagian besar sisanya mendukung Korea Selatan.

Penjelasan FIFA Soal Perbedaan Angka Kehadiran

Penjelasan FIFA Soal Perbedaan Angka Kehadiran

Nestory Irankunda mencetak gol bagi Australia ke gawang Turki di Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026). (c) AP Photo/Emma Peterson

Ketika dimintai penjelasan mengenai ketidaksesuaian antara data resmi dan kondisi tribun yang tampak kosong, FIFA menegaskan bahwa metode penghitungan mereka tidak didasarkan pada pengamatan visual kursi yang terisi.

Menurut FIFA, angka resmi kehadiran dihitung berdasarkan jumlah tiket yang dipindai serta jumlah penonton yang berada di area stadion.

Dalam pernyataannya, FIFA menjelaskan bahwa angka kehadiran resmi mencerminkan jumlah tiket yang telah dipindai dan penonton yang berada dalam area stadion, bukan berdasarkan penilaian visual terhadap keterisian kursi pada momen tertentu selama pertandingan.

FIFA juga menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pengelola stadion dan tim tiket untuk memastikan seluruh data yang dipublikasikan berasal dari informasi operasional yang telah diverifikasi.

Khusus untuk laga di Guadalajara, FIFA menyebut ada sejumlah pemegang tiket yang memilih berdiri di area concourse atau koridor stadion daripada tetap berada di kursi mereka sepanjang pertandingan.

Qatar vs Swiss Juga Menampilkan Banyak Kursi Kosong

Fenomena serupa kembali terlihat saat Qatar bermain imbang 1-1 melawan Swiss di Levi's Stadium, Santa Clara, pada 13 Juni.

FIFA mengumumkan kehadiran resmi sebanyak 67.966 penonton dari kapasitas 68.827 kursi. Dengan kata lain, stadion hanya disebut kekurangan 861 penonton dari kapasitas maksimal.

Meski demikian, kesan yang muncul di stadion berbeda. Banyak kursi kosong terlihat tersebar di seluruh tribun, mulai dari tingkat bawah hingga tingkat atas.

Sejumlah suporter yang hadir mengaku tertarik datang karena beragam alasan. Ada pendukung Swiss yang terbang langsung dari Zurich, warga keturunan Yaman yang tinggal di Bay Area dan mendukung Qatar, hingga keluarga asal Utah yang melakukan perjalanan selama 13 jam demi merayakan ulang tahun sang anak sambil menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

Atmosfer sebelum kick-off cukup ramai, tetapi jumlah penonton yang terlihat di tribun berkurang seiring berjalannya pertandingan.

Cuaca dan Area Concourse Jadi Faktor

Salah satu faktor yang diduga memengaruhi tampilan tribun adalah cuaca panas di California. Levi's Stadium merupakan stadion terbuka yang membuat sebagian besar tribun terkena sinar matahari secara langsung.

Banyak penonton terlihat mencari perlindungan di area dalam stadion selama pertandingan berlangsung. Kondisi tersebut semakin terlihat setelah jeda babak pertama.

Media lokal San Francisco, SFGate, melaporkan bahwa saat melakukan pemantauan di area concourse setelah jeda pendinginan pertama, mereka menemukan banyak suporter berdiri di belakang tribun atau mengantre makanan, minuman, dan merchandise.

FIFA sendiri tidak memberikan komentar tambahan terkait kondisi yang terjadi pada laga Qatar melawan Swiss.

Meski perdebatan mengenai kursi kosong terus berkembang, data resmi FIFA menunjukkan bahwa enam pertandingan pertama Piala Dunia 2026 secara keseluruhan hanya kekurangan 1.574 penonton dari total kapasitas stadion yang tersedia.